Gara-gara Pajak, Sri Mulyani Beri Jempol Terbalik ke Gubernur Syahrul

Presiden Jokowi didampingi Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo dan Menteri Keuangan Sri Mulyani menjawab pertanyaaan wartawan di Hotel Clarion Makassar, Jumat (25/11/2016) malam. POJOKSULSEL/MUH FADLY

Presiden Jokowi didampingi Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo dan Menteri Keuangan Sri Mulyani menjawab pertanyaaan wartawan di Hotel Clarion Makassar, Jumat (25/11/2016) malam. POJOKSULSEL/MUH FADLY

POJOKSULSEL.com, MAKASSAR – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menyindir Pemprov Sulsel karena jumlah wajib pajak yang ikut program pengampunan pajak atau tax amnesty baru mencapai 1,3 persen, atau baru 8.771 orang, dari total wajib pajak sebanyak 666 ribu jiwa.

Sri Mulyani dengan nada sindiran menyebutkan Sulsel yang pertumbuhan ekonominya di atas 8 persen, tapi wajib pajak masih sangat rendah.

Pada kesempatan itu juga, Sri Mulyani tampak mengacungkan kedua jempolnya ke bawah kepada Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo.

Aksi Sri Mulyani pun sontak disambut tawa oleh para undangan, yang hadir dalam sosialsisasi tax amnesty di Hotel Clarion Makassar, Jumat (25/11/2016).

Wajib pajak tax amnesty yang disumbangkan Provinsi Sulawesi Selatan senilai Rp 810 miliar.

Sri Mulyani juga menyebutkan, untuk wilayah Sulawesi secara keseluruhan, baru menyumbangkan pajak senilai Rp9,1 Triliuan, atau 3,1 persen dari PPH dan PPN.

Angka ini menempatkan Sulawesi berada satu tingkat dari Kalimantan.

Olehnya itu, Sri Mulyani mengimbau agar para pengusaha dapat mengikuti program tax amnesti. Sebab, tax amnesty akan memberdayakan semua sektor pertumbuhan ekonomi.

Makassar menjadi kota keenam untuk menyosialisasikan program tax amnesty di Indonesia.

Pada tahap awal beba penganpunan pajak kepada pengusaha hanya mencapai 2 persen. Dan selanjutnya, pada tahap kedua beban pengpunan pajak mencapai 3 persen.

Sementara itu, untuk UMKM dan Pajak perseorangan dikenakan beban tax amnesty sebesar 0,5 persen.

(muh fadly/pojoksulsel)



loading...

Feeds