Jaksa Kerap Foya-foya, Komisi Kejaksaan Berang

Ilustrasi

Ilustrasi

KEJAKSAAN Agung lagi-lagi menjadi sorotan. Kali ini bukan menyangkut kinerja HM Prasetyo, melainkan soal tradisi foya-foya Kejagung dengan mengundang para artis.

Padahal, beberapa waktu lalu Presiden Joko Widodo menginstruksikan kepada seluruh lembaganya buat menghemat anggaran.

Menurut Komisi Kejaksaaan, Ferdinand T Andi Lolo, apa yang dilakukan Kejagung sanat tidak patut ditengah-tengah semangat penghematan duit negara.

“Ya kalau tidak ada hubungannya sama pekerjaan ya tidak usah. Tidak perlu ada artis yang tidak dianggarkan oleh anggaran negara,” ujar Andi Lolo kepada JawaPos.com, Jumat (25/11/2016).

Oleh sebab itu, dia mendesak lembaga yang dikepalai oleh HM Prasetyo ke depannya tidak lagi mengadakan acara dengan memanggil artis top papan atas.

“Bikin aja acara yang lebih sederhana, gak usah undang-undang lagi (artis),” tegas dia.

Sebelumnya, Meskipun mengakui nominal utang luar negeri pemerintah meningkat, tak mengendurkan semangat Kejaksaan Agung untuk menggelar pesta ramah tamah Jaksa Agung di tahun 2016 ini. Mereka mengundang penyanyi papan atas seperti Rossa.

Kegiatan mewah itu membuat prihatin Direktur Center For Budget Analysis, Uchok Sky Khadafi.

“Acapkali Kejagung di era M Prasetyo membuat kontroversial dengan pesta mewah. Padahal negara tengah krisis. Sangat memprihatinkan,” ujar Uchok di Jakarta, Jumat (25/11/2016).

Padahal, kata Uchok, saat ini jumlah utang luar negeri (ULN) Indonesia naik 7,8 persen menjadi 325,3 miliar dolar AS. Dan Menteri

Keuangan Sri Mulyani Indrawati memotong Rp 133,8 triliun Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2016 yang terdiri atas pengurangan belanja kementerian/lembaga Rp 65 triliun dan dana transfer ke daerah Rp 68,8 triliun.

Mereka juga sebelumnya pada Hari Bhakti Adhyaksa tahun 2016, mengundang beberapa artis ibukota seperti Vina Panduwinata, dan pelawak Komeng.

(cr2/JPG/pojoksulsel)



loading...

Feeds