Helikopter TNI Hilang Kontak di Tarakan, Ini Penjelasan Jenderal Gatot

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo

POJOKSULSEL.com, MAKASSAR – Helikopter TNI jenis Bell 412 EP dilaporkan hilang kontak dari pengawasan Bandara Juwata Tarakan, Kamis (24/11/2016).

Helikopter TNI dengan nomor registrasi HA-5166 tersebut dipiloti oleh Lettu Cpn Yohanes Syahputera dan memuat 4 orang kru.

Berdasarkan data Badan SAR Balikpapan menyebutkan, helikopter yang membawa logistik untuk pasukan pengamanan di perbatasan antara Indonesia-Malaysia.

Namun di tengah perjalanan, helikopter milik TNI AD tersebut kehilangan kontak dan tidak diketahui keberadannya.

Panglima TNI Jeneral Gatot Nurmantyo yang ditemui di Makassar, Kamis (25/11/2016) malam, membenarkan hal tersebut.

Menurut dia, helikopter TNI AD ini masih dalam pencarian oleh aparat TNI, Polri, dan Basarnas.

“Belum ada keterangan penyebab lost kontraknya heli ini. Kita berharap heli ini mendarat dan semua kru selamat,” akunya saat ditemui di sela-sela pembukaan kejuaraan karate se-Asia, di Makassar.

Menurut Panglima TNI, helikopter tersebut buatan 2013 dan masih layak terbang.

“Nanti ada tim yang akan melakukan penyelidikan termasuk menginvestigasi penyebab hilang kontaknya helikopter ini,” akunya.

Tujuan penerbangan helikopter adalah Desa Long Bawan, yakni sebuah desa yang berada di Kecamatan Krayan Kabupaten Nunukan Kalimantan Timur.

Kepala Seksi Operasional Basarnas Balikpapan mengatakan, helikopter ini terbang sekitar pukul 10.54 dari Bandara Tarakan. “Pukul 10.57 kontak terakhir dengan Tarakan Tower dan diarahkan untuk kontak ke Malinau Tower,” kata Oktafianus.

Hingga kemudian pada pukul 11.16 terjadi kontak pertama dengan Malinau Tower dan kemudian terjadi lagi komunikasi pada Malinau Tower sekira pukul 11.16 dan menyebutkan posisi berada di 8 nauctical mile dari Malinau.

Hingga saat ini, belum ada informasi posisi helikopter milik TNI AD tersebut.

(arjun/pojoksulsel)



loading...

Feeds