Dewan Usulkan Penambahan Gaji Tenaga Honorer

Banggar DPRD Makassar menggelar Rapat RKA-SKPD bersama jajaran SKPD Pemkot Makassar, Kamis (24/11/216). | POJOKSULSEL - CHAIDIR PRATAMA

Banggar DPRD Makassar menggelar Rapat RKA-SKPD bersama jajaran SKPD Pemkot Makassar, Kamis (24/11/216). | POJOKSULSEL - CHAIDIR PRATAMA

POJOKSULSEL.com, MAKASSAR – Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Makassar dari Fraksi Nasdem, Supratman mengungkapkan bahwa gaji honorer lingkup pemerintah kota (pemkot) Makassar perlu dinaikkan.

“Saya kira hal seperti ini tidak sulit untuk direalisasikan. Karena pertimbangan kami, tahun lalu itu, sudah kami masukkan di anggaran pokok, tetapi tidak direalisasikan hingga saat ini,” ungkap Supratman dihadapan jajaran SKPD lingkup Kota makassar, pada rapat RKA-SKPD, di ruang Banggar DPRD Kota Makassar, Kamis (24/11/2016).

Senada dengan Supratman, anggota Banggar DPRD Kota Makassar Rahman Pina dari Fraksi Golkar juga mengharapkan ada kenaikan gaji honorer. Saat ini kata Rahman Pina, pegawai honorer diberikan gaji standar Rp500 ribu per bulan.

“Apalagi yang sudah berkeluarga sangat tidak manusiawi sekali,” ujarnya. Rahman Pina meminta kepada pemerintah kota menaikkan gaji tetapi harus ada standarnya, kalaupun tidak bisa sesuai dengan UMP paling tidak di kisaran Rp1,5 juta.

Dia juga menambahkan apabila pemerintah merasa sulit untuk menganggarkan kenaikan gaji para honorer maka ia siap membantu mencarikan cara dimana bisa mendapatkan anggarannya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Makassar Adi Rasyid Ali mengatakan sehari sebelumnya, gaji tenaga honorer lingkup pemerintah kota (pemkot) Makassar perlu dinaikkan. Namun jumlah pegawai honor Pemkot Makassar yang mencapai 6 ribu saat ini dinilai sangat besar.

Ia mengungkapkan dari dulu pihak di dewan mengusulkan untuk ada kenaikan gaji tenaga honor akan tetapi kenaikan tidak begitu signifikan.

“Tidak mungkin diberikan kenaikan gaji sementara jumlahnya sekitar 6 ribu orang,” papar ARA sapaan akrabnya.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset (BPKA) Kota Makassar, Erwin Syarifuddin Haiya mengatakan bahwa sebanyak 6 ribu pegawai honorer di ruang lingkup pemkot merima Rp500 ribu, akan tetapi ada penghasilan-penghasilan lain yang mereka juga dapatkan berdasarkan kinerja individu per orang.

“Penghasilan itu yang halal, seperti tunjangan tunjangan lainnya,” jelasnya.

Ia menjelaskan akan merumuskan kembali pola penggajian honorer berdasarkan kinerjanya honorarium dan tunjangan tunjangan lainnya.

(chaidir pratama/pojoksulsel)



loading...

Feeds