Berkas Lengkap, Kasus Video Penganiayaan Pinrang Dilimpahkan Besok

Empat terduga pelaku penganiayaan siswi SMP di Pinrang ditangkap polisi, usai videonya beredar luas di media sosial. IST/FACEBOOK

Empat terduga pelaku penganiayaan siswi SMP di Pinrang ditangkap polisi, usai videonya beredar luas di media sosial. IST/FACEBOOK

POJOKSULSEL.com, PINRANG – Polres Pinrang dalam waktu dekat akan melimpahkan berkas kasus pengeroyokan remaja AS, 15, yang direkam oleh empat pelaku dan telah ditetapkan sebagai tersangka.

Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Pinrang Aiptu Kaharuddin Said mengatakan, pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap keluarga korban, diantaranya bapak dan salah seorang kakak korban.

“Berkas kasus tersebut dinilai telah lengkap dan rencananya akan dilimpahkan besok ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Pinrang,” katanya

Terpisah, Ketua Lembaga Peduli Kesejahteraan Perempuan dan Anak (LP-KPA) Andi Yamaponto yang melakukan pendampingan terhadap korban mengatakan, sejauh ini kondisi korban masih mengalami trauma.

Kondisi fisiknya pun belum sepenuhnya pulih, pasca dihajar secara beramai-ramai oleh para pelaku. Korban, kata dia, bahkan masih kerap mengeluarkan darah dari mulutnya. “Kita upayakan agar kondisi fisik dan kejiwaan korban, bisa kembali membaik meski dibutuhkan waktu yang tidak sebentar,” ujarnya.

Untuk pemeriksaan kesehatan, kata Andi Yama, pihaknya bersama Unit PPA Polres Pinrang juga telah mendampingi korban melakukan rontgent terhadap bagian dalam tubuh korban yang diduga ikut mengalami luka akibat pukulan dan tendangan para pelaku. “Hasilnya masih kami tunggu,” kata dia.

Dia menambahkan, mengapresiasi atas komitmen yang ditunjukkan oleh pihak penyidik yang serius menangani kasus kekerasan yang melibatkan dua putri legislator Pinrang tersebut.

“Tak sedikit tekanan yang didapatkan korban beserta keluarganya atas insiden ini. Tapi kami percaya, aparat bisa memberi jaminan bagi korban maupun keluarganya,” jelasnya.

Satuan Bakti Pekerja Sosial Dinas Sosial Pinrang Ikhsan mengatakan, atas mandat Kementerian Sosial, pihaknya ditunjuk ikut melakukan pendampingan terhadap korban. Khususnya dalam proses pemulihan psikologinya. Rencananya, kata dia, Dinsos akan melibatkan tenaga psikologi untuk membantu pemulihan psikis korban.

“Terus kami upayakan, karena memang korban terlihat masih menderita trauma akibat peristiwa itu,” katanya.

Sementara untuk para pelaku, tambah Ikhsan, pihaknya juga ikut melakukan pendampingan sosial. Pasalnya, dari pelaku, ada yang masih usia di bawah umur. “Tapi fokus kami pada korban, karena dialah (korban) yang mengalami goncangan trauma lebih besar” ucapnya

(junaedy/pojoksulsel)



loading...

Feeds