3 Tersangka Sabu Jaringan Kalimantan Hanya Kurir, Diupah Hingga Rp20 Juta

Ditresnarkoba Polda Sulsel memusnahkan 714 gram sabu sabu jaringan Malaysia yang diselundupkan lewat Pelabuhan Nusantara Kita Pare-Pare, Kamis (24/11/2016). | POJOKSULSEL - MUH FADLY

Ditresnarkoba Polda Sulsel memusnahkan 714 gram sabu sabu jaringan Malaysia yang diselundupkan lewat Pelabuhan Nusantara Kita Pare-Pare, Kamis (24/11/2016). | POJOKSULSEL - MUH FADLY

POJOKSULSEL.com, MAKASSAR – Wadir Narkoba Polda Sulsel AKBP Totok Tri Wibowo mengatakan, 3 tersangka kasus penyelundupan sabu dari Nunukan, Kalimantan Utara (Kaltara) hanya berperan sebagai kurir dengan upah jutaan rupiah.

3 tersangka itu, lanjut Totok Triwibowo teridiri atas 2 laporan polisi (LP), yakni LP pada tanggal 30 September dengan tersangka Hamzah dan Samad. Dan LP pada 10 Oktober dengan tersangka Fendi.

“Kalau untuk tersangka yang 2 orang itu diupah masing masing Rp7 juta dan Rp4 juta. Sementara untuk Fendi diuapah Rp20 juta,” kata Totok Triwibowo, Kamis (24/11/2016).

Barang bukti sabu 3 tersangka itu diselundupkan ke Sulsel melalui Pelabuhan Nusantara Kota Pare-Pare, dengan menggunakan Kapal Talia. Untuk kasus SM dan HM, polisi awalnya hanya berhasil mendapatkan barang bukti sabu seberat 386 gram sabu. 2 pelaku sempat melarikan diri, sebelum akhirnya diciduk di Kabupaten Bone. Sementara tersangka FE diciduk saat baru turun dari Kapal Talia. Barang bukti sabu diselipkan tersangka di dalam helm.

Sementara itu, polisi masih mengejar pemilik barang tersebut. Di antaranya AC, pemilik barang yang diantar oleh FE. Dan FA pemilik barang yang diantarkan oleh SM dan HM.

3 tersangka ini dijerat Pasal 114 ayat 2 Undang -Undang nomor 35/2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman maksimal seumur hidup.

(muh fadly/pojoksulsel)



loading...

Feeds