SCW Pertanyakan Kasus Proyek Air Bersih Sinjai di Kejati Sulsel

Ilustrasi

Ilustrasi

POJOKSULSEL.com, MAKASSAR – Sulawesi Corruption Watch (SCW) mempertanyakan soal penanganan kasus dugaan korupsi proyek penyediaan air bersih di Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan (Sulsel). Proyek tersebut menggunakan anggaran APBN tahun 2015, sebesar Rp10 miliar yang bersumber dari anggaran Kementrian Pekerjaan Umum (PU).

Proyek tersebut dikelola oleh Balai Besar Pompengan Jeneberang. Proyek penyediaan air bersih dilaporkan karena ditemukan adanya dugaan penyimpangan dan mark up, yang berpotensi merugikan negara.
Dimana seharusnya pemasangan pipa instalasi proyek tersebut, dipasang sepanjang 4 kilometer. Namun ditemukan fakta di lapangan bahwa pihak rekanan telah mengurangi volume pemasangan pipa tersebut, hanya sepanjang 3,5 kilometer.

Dalam proyek tersebut ditemukan adanya kekurangan volume pemasangan pipa instalasi sepanjang 500 meter. Sehingga negara berpotensi mengalami kerugian sekitar Rp3 miliar lebih.

Selain itu juga ditemukan harga pipa yang diadakan lebih tinggi, dibandingkan harga di pasaran. Dimana harga satu batang pipa tersebut harga pasarannya hanya Rp2,5 juta, namun harga didalam kontrak nilainya Rp3,5 juta. Sehingga keuntungan yang diperoleh rekanan dalam proyek tersebut melebihi 20 persen, dari keuntungan wajar yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

“Kasus ini sudah sejak bulan puasa lalu kita laporkan, tapi sampai saat ini kasus tersebut belum ada kejelasan,” tukas Ketua SCW Sulsel Andi Mukhlis, Jumat (21/10/2016).

Dia menuturkan, dirinya sudah mempertanyakan soal penaganan kasus tersebut ke Kantor Kejati Sulsel. Hanya saja pihak Kejati Sulsel selalu berdalih kalau masih melakukan pengumpulan data dan bahan keterangan, masih dalam tahap penyelidikan.

Padahal, menurut dia, kasus yang dilaporkan tersebut datanya sudah valid dan lengkap. Mukhlis mengaku bila kasus tersebut masih ditangani oleh pihak Intelejen Kejati Sulsel dan sudah empat bulan kasus tersebut belum diserahkan ke Pidsus.

“Saya meminta agar pihak Kejati memperhatikan laporan itu, apalagi kasus ini menyangkut kerugian negara,” katanya.

Dia berharap agar pihak Kejati Sulsel, sesgera mungkin untuk memproses dan menindalanjuti kasus itu. Mukhlis juga menegaskan bila pihaknya akan terus mengawal dan mengawasi terus penanganan kasus tersebut.

“Saya minta Penyelidik untuk menseriusi kasus ini, jangan sampai kasus ini tidak ditindaklanjuti,” pungkasnya.

(muh asrul/pojoksulsel)



loading...

Feeds