Rusman Idrus ‘Juragan’ Dielu-elukan PKL Bantaeng

Rusman Idrus 'Juragan' Dielu-elukan PKL Bantaeng

Rusman Idrus 'Juragan' Dielu-elukan PKL Bantaeng

POJOKSULSEL.com, BANTAENG – Sejumlah pedagang tradisional dan Pedagang Kali Lima (PKL) di Pasar Lambocca, Kecamatan Pajukukang Bantaeng, terkejut dan spontan mengajak berfoto selfie bakal calon Bupati Bantaeng Rusman Idrus.

“Bapak ini tampaknya yang sering disapa Juragan di’, Pak Rusman Idrus, barumi saya lihat secara langsung Nak, semoga tetap sederhana dan merakyat ” ujar Sitti ,salah seorang penjual gula merah di pasar tersebut.

Sitti dan beberapa ibu-ibu paruh baya tampaknya begitu familiar dengan sosok Rusman Idrus yang pada saat itu secara tidak sengaja mampir ke salah satu ATM di dalam lokasi pasar. Para ibu-ibu tersebut pun langsung menyalami Rusman Idrus dan tanpa canggung meminta untuk berfoto bersama.

Di pasar Lambocca tersebut, Rusman Idrus  berdialog dengan pedagang kecil. Dalam kesempatan itu, Rusman Idrus yang akrab disapa “Juragan” juga sempat di elu-elukan semoga menjadi pemimpin Butta Toa Bantaeng dan para pedagang kecil tersebut juga meminta tanggapan dan pendapat “Juragan” agar kehidupan para pedagang kecil dan PKL kedepannya dapat lebih maju.

Kepada pojoksulsel.com, Selasa (19/7/2016) malam, Rusman Idrus “Juragan” mengatakan pengusaha kecil dan pedagang kaki lima seperti mereka adalah simbol dan penggerak roda ekonomi Bantaeng. Jadi pedagang kaki lima merupakan kelompok yang berperan besar dalam membentuk wajah Bantaeng menjadi sejahtera ke depan.

“Kegiatan pedagang kaki lima dan pengusaha kecil di pedesaan memberikan kontribusi yang besar dalam aktivitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat terutama dalam golongan ekonomi lemah,” kata Juragan.

Selain itu, lanjutnya, kegiatan sektor informal ini merupakan ciri ekonomi kerakyatan yang bersifat mandiri dan menyangkut hajat hidup orang banyak.

“Makanya saya sangat mendukung perkembangan UKM dan koperasi, serta pedagang kaki lima  karena model inilah yang bisa membangkitkan ekonomi rakyat kedepan, khususnya di Bantaeng. Model perekonomian rakyat ini juga perlu dikembangkan di pedesaan, dan tentunya harus didukung dengan infrastruktur yang baik” terangnya.

“Nantinya para agen atau pengumpul kemungkinan akan datang ke desa untuk membeli hasil produk-produk petani, sehingga akan mengurangi cost pengeluaran para petani. Makanya saya selalu menyampaikan, jika saya terpilih sebagai Bupati Bantaeng 2018-2022, Insya Allah saya akan membangun Bantaeng dari pedesaan dalam kebhinnekaan dan sejahtera dan selalu berpihak kepada para pedagang tradisional dan PKL. Saya tahu bagaimana perasaan dari para pedagang tradisional dan PKL,” pungkasnya.

(andi awal/pojoksulsel)



loading...

Feeds