Polres Luwu Bentuk Tim Pencari Fakta Kematian Tahanan

Sejumlah bekas luka di tubuh jenazah tahanan Polres Luwu. IST

Sejumlah bekas luka di tubuh jenazah tahanan Polres Luwu. IST

POJOKSULSEL.com, MAKASSAR – Polres Luwu telah membentuk tim untuk mengungkap fakta meninggalnya Jufrianto, seorang tahanan Polres Luwu pada Senin (4/4/2016) pagi.

Kapolres Luwu AKBP Adex Yudiswan mengatakan, tim yang dibentuk Polres Luwu berjumlah kurang lebih 10 orang dan dipimpin langsung oleh Wakapolres Luwu Kompol Agus Haerul.

“Tim dari Wasidik dan Propam berjumlah kurang lebih 10 orang dipimpim Wakapolres,” kata Adex, Selasa (5/4/2016).

Adex menegaskan, pihak kepolisian siap mengungkap fakta sebenarnya atas dugaan kejanggalan atas kematian Jufrianto oleh pihak keluarga.

Proses otopsi yang dilakukan itu, lanjut Adex, merupakan suatu langkah dan upaya untuk membuat terang penyebab kematian Jufrianto.

“Dan akan menindak tegas apabila ada anggota yang melakukan kesalahan dalam proses itu ” terangnya.

Adex menegaskan, pihak kepolisian tidak pernah bermaksud menutup-nutupi kasus itu. Apabila pihak keluarga merasa dirugikan akan tetap dilayani dengan sebaik-baiknya.

Diberitakan sebelumnya, Jufrianto ditahan sejak 31 Maret atas dugaan pencurian motor dan perampokan lintas daerah. Pihak kepolisian mencatat 28 TKP tempat dia beraksi diantaranya, Wajo, Palopo, Toraja dan beberapa kebupaten lainnya di Indonesia

Jufrianto mengeluh sakit sejak, Sabtu (2/4/2016) malam. Dari hasil pemeriksaan tim medis, Jufrianto diduga menderita maag kronis dan ginjal.

(muh fadly/pojoksulsel)



loading...

Feeds

lutra, luwu utara, adv pemkab lutra, adv lutra, bupati lutra, indah putri indriani, bupati cantik

Bupati Lutra: SOP Wajib Dipublikasikan

STANDAR Operasional Prosedur (SOP) adalah kumpulan peraturan yang dibuat untuk mempermudah seseorang/kelompok/organisasi dalam bekerja. Dalam instansi pemerintahan, SOP berfungsi untuk …