Warga Minta Pembangunan Pagar Bandara Pongtiku Tana Toraja Dihentikan

Warga demo di Bandara Pongtiku, Tana Toraja, Sulsel menolak penguasaan lahan pihak bandara, Kamis (25/2/2016). | POJOKSULSEL - MUHAJIR TANGKESALU

Warga demo di Bandara Pongtiku, Tana Toraja, Sulsel menolak penguasaan lahan pihak bandara, Kamis (25/2/2016). | POJOKSULSEL - MUHAJIR TANGKESALU

POJOKSULSEL.com, TANA TORAJA – Warga yang tinggal di sekitar Bandara Perintis Pongtiku Tana Toraja (Tator) meminta pembangunan pagar bandara dihentikan.

Pasalnya, pembangunan pagar bandara Perintis Pongtiku dinilai sudah meresahkan warga sekitar karena akan didirikan di atas tanah rumah ibadah dan sekolah serta tanah masyarakat.

Untuk menyelesaikan persoalan tersebut, pihak bandara Perintis Rantetayo mengadakan pertemuan dengan pihak rumah ibadah, sekolah dan masyarakat.

“Dulu, sudah ada kesepakatan antara pihak bandara, pemerintah dan masyarakat mengenai batas Bandara Perintis Pongtiku. Belakangan, pihak bandara kembali membangun pagar bandara yang baru yang membuat masyarakat mulai tidak tenang. Sebab, pagar yang lama menjadi batas yang sudah disepakati sebelumnya,” jelas mantan Kepala Desa Rantetayo HS Kabe kemarin.

Dia mengatakan adanya pembangunan pagar baru bandara yang sementara berlangsung sudah menimbulkan keresahan di masyarakat.

Sebab, sebagian lokasi tanah yang diatasnya akan dibangun pagar bandara sudah mencaplok tanah rumah ibadah, sekolah dan masyarakat.
Ironisnya, pihak bandara dalam melakukan pengukuran lokasi untuk pembangunan pagar secara sepihak.

“Masyarakat protes karena ada oknum pegawai bandara yang mematok tanah warga dan rumah ibadah untuk lokasi pembangunan pagar tanpa sepengetahuan pemilik tanah. Warga pun meminta agar pembangunan pagar bandara dihentikan hingga ada solusi,” tegas HS Kabe.

Camat Rantetayo Yulius meminta pihak Bandara Perintis Rantetayo menghentikan sementara pembangunan pagar bandara yang masuk dalam lokasi tanah rumah ibadah, sekolah serta tanah warga yang belum dibebaskan.

“Kami sebagai pemerintah menyarankan agar pembangunan pagar bandara di sekitar atas tanah rumah ibadah dan sekolah jangan dulu dilanjutkan hingga ada solusi dari bisa diterima semua pihak,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Urusan Tata Usaha Bandara Perintis Pongtiku, Agus Bambang Haryono menyatakan pertemuan antara masyarakat, pihak rumah ibadah dan sekolah dengan pihak bandara Perintis Pongtiku untuk mencari solusi dari permasalahan pembangunan pagar bandara.

(muhajir tangkesalu/pojoksulsel)



loading...

Feeds

Bakal Caleg PSI Diuji Tim Independen

POJOKSULSEL.com, MAKASSAR – Partai Solidaritas Indonesia (PSI) membuktikan diri sebagai partai bermananajemen moderen. Untuk rekruitmen bakal calon anggota legislatif saja, …