Perusda BPR Makassar Diminta Berani Bersaing dengan Dunia Perbankan

Walikota Makassar Danny Pomanto saat melantik direksi perusda BPR Kota Makassar di Rujab, Jl Penghibur, Jumat (26/2).

Walikota Makassar Danny Pomanto saat melantik direksi perusda BPR Kota Makassar di Rujab, Jl Penghibur, Jumat (26/2).

POJOKSULSEL.com, MAKASSAR – Perusahaan Daerah (Perusda) Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Makassar miliki Direktur Utama (Dirut) baru setelah Andi Arwan dilantik oleh Walikota Makassar, Mohammad Ramdhan “Danny” Pomanto di Baruga Anging Mammiri, Jumat (26/2/2016).

Andi Arwan dilantik sebagai Dirut BPR Makassar bersama Arifuddin A. M., yang menjabat Direktur di perusahaan yang sama. Pelantikan keduanya didasarkan pada Keputusan Wali Kota Makassar Nomor : 821.29.171-2016 tentang Pengangkatan Direksi Perusahaan Daerah BPR kota Makassar Tanggal 25 Februari 2016.

Wali Kota Makassar pada pelantikan itu mengharapkan BPR di tangan Andi Arwan dapat mencapai performance yang lebih baik.

“Banyak harapan dari masyarakat, dan Pemerintah kota, BPR harus menggapai hal yang lebih baik di tengah kerasnya persaingan dunia perbankan,” harap Danny.

Danny menuturkan Makassar semakin mengukuhkan dirinya dalam peta ekonomi dunia. Hal itu dibuktikannya saat memenuhi undangan Presiden Amerika Serikat, Barrack Obama menjadi pembicara pada AS – ASEAN Bisniss Council yang dihadiri 200 CEO perusahaan terkemuka dunia di San Fransisco pada 17 Februari lalu.

“Banyak yang tertarik dengan Makassar, salah satunya Visa Card yang berencana berkunjung ke Makassar untuk melihat peluang investasi. Ini menandakan Makassar berhasil membangun kepercayaan dunia,” bebernya.

Menurut Danny, respon positif masyarakat dunia terhadap Makassar haruslah ditangkap sebagai sebagai peluang yang dimanfaatkan secara optimal oleh BPR.

Sementara itu, Dirut BPR, Andi Arwan mulai mengambil ancang – ancang untuk membenahi BPR Makassar.

“Tentunya hal pertama yang akan saya lakukan memperbaiki SDM yang ada. Kemudian mempelajari kondisi di dalam dari segi aset,” paparnya.

Andi Arwan menambahkan hal yang paling krusial untuk dibenahi adalah persoalan aset menyangkut aktiva produktif, tabungan, dan kredit.

Ia juga berencana menjalin kerja sama dengan Perusahaan Daerah (Perusda) lainnya termasuk dengan bank dalam bentuk linked program yang nantinya bisa dalam bentuk pembiayaan yang memposisikan BPR Makassar sebagai mediator antara kreditur, dan debitur atau malah sebagai penanggungjawab langsung.

(muh asrul/pojoksulsel)



loading...

Feeds