Komisi III Kunker ke Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang

Komisi III DPRD Sulawesi Barat (Sulbar) melakukan kunjungan kerja ke Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang di Jakarta, Rabu (10/02/2016).

Komisi III DPRD Sulawesi Barat (Sulbar) melakukan kunjungan kerja ke Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang di Jakarta, Rabu (10/02/2016).

KOMISI III DPRD Sulawesi Barat (Sulbar) melakukan kunjungan kerja ke Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang di Jakarta, Rabu (10/02/2016). Agenda mereka adalah Konsultasi dan Koordinasi dalam rangka mendapatkan informasi terkait realisasi program kegiatan Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang tahun anggaran 2015 di Sulbar.

Para legislator itu dipimpin langsung Ketua Komisi III DPRD Sulbar Yahuda dan sekretaris Komisi III Hamsah Sunuba. Anggota Komisi III lainnya adalah Zadrak To’Tuan, Firman Argo Waskito, Fatmawati, Haris Halim Sinring, Mukhtar Belo, Ahmad Istiqlal Ismail, Almalik Pababari dan Andi Adriani Herdin.

Mereka diterima sekitar pukul 14.00 Wita oleh Kepala Bagian Tata Usaha BBWS Pompengan Jeneberang Hasrawati Rahim dan Kepala Bagian Keuangan dan Umum BBWS Pompengan Jeneberang Trimo.

Salah satu agenda yang didiskusikan adalah keluhan masyarakat terhadap pembangunan bendungan Kayuangin di Desa Kayuangin, Kecamatan Malunda, Kabupaten Majene yang terkesan pelaksana proyek tidak bertanggungjawab. Seperti tidak adanya transparansi pengumuman besaran anggaran proyek dari tahun 2013 sampai tahun 2015.

“Yang ada hanya papan nama kegiatan. Jebolnya tanggul mengakibatkan keresahan warga sekitar, sehingga melalui pertemuan ini dimohon kejelasan,” tutur Yahuda.

BACA JUGA:

Kronologis Polisi Mutilasi Anak di Kalbar. “Mereka Pasrah, Maafkan Papa Dik”

Ini Dugaan Penyebab Oknum Polisi di Kalbar Bunuh dan Mutilasi Anaknya

Menanggapi hal tersebut, Hasrawati Rahim mengungkapkan, pembangunan bendungan Kayuangin sumber anggarannya dari APBN tahun anggaran 2015 melalui tiga tahapan. Untuk tahap I telah terealisasi pada Desember 2013 dan untuk pembangunan tahap II tahun anggaran 2014 terdiri dari pembangunan kantong lumpur kiri, pengaman bendungan dan tanggul penutup bagian hulu.

“Untuk pembangunan tahap III dimulai April tahun anggaran 2015. Yaitu pengerjaan proyek bendungan jaringan irigasi yang telah ditindaklanjuti. Namun, jika sekiranya ada laporan dari warga terhadap keganjalan pembangunan, maka dapat menyurat ke Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Balai Wilayah Sulawesi III SNVT,” ulasnya.

Hasrawati menambahkan, surat tersebut akan dikonfirmasikan kembali kepada penyedia jasa selaku yang bertanggungjawab pada pelaksanaan pembangunan Bendungan Kayuangin.

(adv) 



loading...

Feeds