CATATAN AKBAR FAIZAL: Menangkap Ikan dengan Ramah Lingkungan

Anggota DPR RI Akbar Faisal saat tiba di Pulau Podang-podang, Pangkep, Jumat (26/2).

Anggota DPR RI Akbar Faisal saat tiba di Pulau Podang-podang, Pangkep, Jumat (26/2).

HARI INI, saya berkunjung ke Pulau podang-podang Desa Mattirodolangeng Kec Liukang Tupabbiring Kab Pangkep. Jarak tempuh hanya berkisar 2 jam perjalanan dengan menggunakan perahu dari Makassar.

Meski hanya dua jam, namun untuk jarak tempuh dalam kondisi cuaca saat ini, cukup membuat jantung berdebar-debar. Tapi itu tidak penting. Selaku anggota DPR, saya hanya ingin menyaksikan dan menyerap langsung aspirasi dari masyarakat kepulauan.

Sepintas, saya mencatat ada hal yang sangat urgen di sini. Masyarakar banyak mengeluhkan peraturan yang melarang tentang penggunaan alat tangkap ikan berjenis candrang karena sifatnya sama dengan pukat harimau yang menghancurkan terumbu karang.

Saya sempat menghubungi kapolres Pangkep AKBP Hidayat, sebab masyarakat takut ditangkap kalau menangkap ikan menggunakan candrang.

Anggota DPR RI Akbar Faisal saat tiba di Pulau Podang-podang, Pangkep, Jumat (26/2)

Anggota DPR RI Akbar Faisal saat tiba di Pulau Podang-podang, Pangkep, Jumat (26/2)

Pokok masalahnya, tangkapan ikan warga drop dari nafkah Rp 3 juta/20 hari menjadi hanya Rp 150 ribu. Terjadi pula perbedaan argumentasi bagi warga sebab bagi mereka alat tangkap ikam candrang yang mereka gunakan selama ini berbeda dengan pukat harimau.

Namun aturan tetap harus ditaati. Hanya saja belum ada jalan keluar bagi mereka. Kehidupan makin sulit sehingga beberapa warga ada yang meninggal dan tak mendapat penanganan medis karena tak punya biaya.

BPJS belum mereka pahami. Mayoritas penduduk pulau yang bermata pencaharian nelayan merasa peraturan pelarangan candrang membuat kuantitas ikan yang didapat menurun drastis.

Harus ada pembinaan dari pemerintah kepada nelayan cara menangkap ikan yang ramah lingkungan tetapi tetap tetap efektif agar tidak menurunkan ekonomi masyarakat.

Selain itu permasalahan lainnya juga terkait infrastruktur yaitu pemecah ombak yang rusak membuat tanggul di pinggiran pulau akhirnya rusak dan membuat air laut masuk ke rumah warga.

Saat ini saya berada di pulau Karanrang yg bersebelahan dgn pulau podang2 berjarak 30 menit dr pulau sebelumnya untuk melakukan penyerapan aspirasi diluar masa reses.

Saya memilih menginap bersama warga disini. Besok, kami melanjutkan perjalanan ke pulau balang lompo dan titik terakhir di barrang lompo. “Utk pertama kalinya ada anggota DPR dr jkt yg memgunjungi kami. Bahkan anggota DPRD kab dan propinsi saja tak pernah berkunjung kesini apalagi mau bermalam,” kata tokoh masyarakat disini.

Akbar Faizal
Anggota DPR RI



loading...

Feeds

Bakal Caleg PSI Diuji Tim Independen

POJOKSULSEL.com, MAKASSAR – Partai Solidaritas Indonesia (PSI) membuktikan diri sebagai partai bermananajemen moderen. Untuk rekruitmen bakal calon anggota legislatif saja, …