Ketua Askindo Sulsel: MEA Peluang Ekspor Kakao

Ketua Askindo Sulsel Yusa Rasyid Ali. POJOKSULSEL/ANDINI RISTYANINGRUM

Ketua Askindo Sulsel Yusa Rasyid Ali. POJOKSULSEL/ANDINI RISTYANINGRUM

POJOKSULSEL.com, MAKASSAR – Ketua Asosiasi Kakao Indonesia (Askindo) Sulawesi Selatan (Sulsel) Yusa Rasyid Ali menyebutkan, masuknya Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) ke Sulsel merupakan peluang untuk aktivitas ekspor.

Utamanya, kata dia, untuk ekspor kakao. Yusa mengatakan, meski mengalami penurunan kinerja ekspor di tahun 2015 lalu, ia tetap optimistis tahun ini kinerja ekspor akan kembali meningkat.

“MEA bagi pelaku ekspor kakao itu adalah peluang. Apalagi pelaku perdagangan kakao adalah perusahaan multi nasional,” ungkap Yusa pada acara diskusi ekonomi yang digelar oleh Perhimpunan Jurnalis Indonesia (PJI) Sulsel, Kamis (25/2/2016).

Yusa menambahkan, untuk pertumbuhan kinerja ekspor Sulsel di tahun 2016 ini belum bisa diprekdiksi. Sebab kakao adalah bisnis tanaman yang tidak bisa diperhitungkan pertumbuhannya.

Tercatat per Oktober di 2015 lalu, ekspor kakao turun signifikan sekitar 19.38 persen. Hal itu dikarenakan ekspor kakao lebih banyak di-antarpulaukan daripada dikirim ke luar negeri.

“Kalau ke luar negeri sejauh ini kita lebih banyak ke Singapura. Tetapi permintaan tetap lebih banyak di dalam negeri,” jelas Yusa.

Untuk di dalam negeri, permintaan kakao lebih banyak ke Batam, Jakarta, dan pulau Jawa, utamanya Surabaya. Selain kinerja ekspor yang lebih banyak di-antarpulaukan, menurunnya kinerja ekspor karena pengenaan biaya keluar yang cukup mencekik bagi eksportir.

“Yang pastinya kita tetap mempertahankan daya saing kualitas,” ujar Yusa.

Di Sulsel sendiri, wilayah Luwu Raya masih menjadi wilayah produksi kakao terbesar dan unggul dari daerah lainnya.

(andini ristyaningrum/pojoksulsel)



loading...

Feeds