Tahukah Kalau Aktivitas Anda Bisa Tak Bikin Bahagia? Cek Alasannya

Ilustrasi

Ilustrasi

BILA kita dihadapkan pada pertanyaan, “Apa yang kamu inginkan dalam hidup?” Secara spontanitas pasti akan menjawab: sehat, bahagia, dan sukses.

Namun, bila dicermati, ternyata hanya sebagian kecil dari mereka yang membuat rencana untuk meraih ketiga unsur tersebut dalam hidupnya.

Sebegitu pentingkah perencanaan, atau target dalam menjalani kehidupan? Jawabannya; pasti! Jika mengikuti arus kehidupan secara mengalir, maka beberapa saat kemudian akan didapatkan kenyataan aktivitas monoton dalam menjalani kehidupan.

Seperti; makan, tidur, dan bekerja, walaupun merupakan aktivitas yang perlu dilakukan untuk tetap hidup, ternyata sering menjadi sumber ketidakbahagiaan.

Perencanaan adalah landasan hidup yang dapat dijadikan tempat untuk berpijak. Karena seseorang yang tidak tahu tujuan dari hidupnya maka tidak jelas pula apa yang ingin diraih dalam hidupnya.

Seseorang memang baru akan merasakan kebahagiaan bila mendapat kehidupan seperti yang direncanakan, yaitu kehidupan yang mengandung penyesuaian sosial dan ekonomi optimal. Namun terkadang apa yang direncanakan mentok dan terasa sulit untuk diraih.

Jika keadaan itu yang terjadi, apa yang seharusnya dilakukan? Buat rencana baru. Karena perencanaan yang dibuat seyogyanya bukan perencanaan yang kaku. Merencanakan adalah menyempurnakan, menyempurnakan adalah meraih sukses, dan sukses adalah harapan.

Berlawanan dengan falsafah Goethe yang menyatakan, “Hidup adalah seni, dan tidak satupun dapat mengajarkannya”.

Sedangkan menurut frank S Caprio menyatakan, “Hidup sukses memerlukan landasan keilmuan, karena keilmuan didefinisikan sebagai fakta-fakta yang terorganisasi sehingga ilmu hidup adalah organisasi intelek dari kebiasaan hidup”.

(awa/jpg/pojoksulsel)



loading...

Feeds