Sudah Jadi PNS, tapi Nyambi Jual Narkoba

Ilustrasi

Ilustrasi

OKNUM Pegawai Negeri Sipil (PNS) Pemkot Kendari nekat menjadi pengedar sabu. Aris Tanaka (42), staf kelurahan di Mokoau, Kecamatan Kambu, Kendari, tergiur keungtungan besar dari menjual narkoba.

Dari tangan tersangka, polisi menyita barang bukti sabu-sabu sebanyak 3 paket dengan berat 0,8 gram. Aris Tanaka dibekuk setelah polisi menemukan sabu-sabu di rumahnya di BTN Mekar Indo Regensi, Kadia, Senin (22/2) lalu.

Kasatresnarkoba Polres Kendari AKP Basri yang dikonfirmasi menjelaskan, pihaknya mendapat informasi adanya transaksi jual beli Narkoba di kawasan Anduonohu oleh seorang PNS.

“Saat kami geledah rumahnya, ditemukan satu alat isap, satu unit Ponsel dan tiga bungkus plastik kecil berisi sabu,” jelas perwira polisi ini.

Petugas langsung mengamankan pelaku. Atas perbuatannya, Aris terancam hukuman penjara di atas tujuh tahun karena disangka melanggar pasal 114 junto 112 undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang Narkoba.

Kepada Kendari Pos (grup Jawa Pos/pojoksulsel) Aris menceritakan, bisnis gelap Narkoba itu sudah dijalaninya selama sebulan terakhir. Dia belum mau mengakui di mana lokasi pengambilan narkoba itu. Satu paket kecil dijual Rp 300 ribu. Per hari mampu jual 3 sampai 4 paket.

“Tidak ada temanku pak, saya dikirimkan juga,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Kota Kendari Alamsyah Lotunani mengatakan, jika terbukti, kita pihaknya tidak mungkin melindungi. “Dia harus mempertanggungjawabkan perbuatannya,” tegas Ketua KONI Kendari itu, kemarin.

Aris Tanaka tidak hanya harus siap dengan jeratan hukum sebagai pengedar, namun juga siap-siap menanggalkan seragam PNS-nya. “Tunggu putusan sanksi hukumnya dulu, setelah itu baru diproses,” tambahnya.

Sesuai undang-undang nomor 5 tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara mengatur, jika PNS melakukan pelanggaran berat (Narkoba) maka bisa dipecat. Dalam payung hukum lainnya, PNS yang dijerat pidana penjara di atas empat tahun, maka haknya sebagai PNS akan dicabut.

Ditanya soal bentuk pengawasan Pemkot pada aparaturnya terkait kasus Narkoba yang sebelumnya juga pernah melibatkan oknum PNS Pemkot, Alamsyah menegaskan, itu sudah mendapat perhatian khusus.

“Mulai dari membangun kerja sama dengan BNN melalui tes urine dan juga penyuluhan bahaya Narkoba,” katanya.

(egy/ely/yuz/JPG/pojoksulsel)



loading...

Feeds

Bakal Caleg PSI Diuji Tim Independen

POJOKSULSEL.com, MAKASSAR – Partai Solidaritas Indonesia (PSI) membuktikan diri sebagai partai bermananajemen moderen. Untuk rekruitmen bakal calon anggota legislatif saja, …