Praktek Prostitusi Marak di Makassar, Ini Kata Pemerintah

Ilustrasi

Ilustrasi

POJOKSULSEL.com, MAKASSAR – Praktik prostitusi berkedok Tempat Hiburan Malam (THM) kian meresahkan masyarakat Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Berdasarkan informasi yang dihimpun pojoksulsel.com, sejumlah wilayah menjadi lahan esek-esek seperti kawasan kompleks Ruko KIMA Square Biringkanaya, Perumnas Sudiang, Keluarahan Sudiang Raya, dan Sungai Limboto, Kelurahan Maradekaya Utara, Kecamatan Makassar.

Ironisnya, keberadaan tempat esek-esek di Perumnas Sudiang itu dibenarkan Lurah Sudiang Raya, Rosmini.

“Iya, memang ada tempat mesum di Perumnas Sudiang, tepatnya di atas bukit/batu di dalam Perumnas Sudiang. Saya sudah berulang kali menegur, bahkan Polsek Biringkanaya sudah pernah turun, tapi sampai sekarang masih beroperasi,” kata Rosmini.

Di kawasan Perumnas Sudiang terdapat beberapa kamar kecil untuk esek-esek. “Kami minta polisi dan aparat hukum lainnya agar turun menertibkan tempat esek-esek di Perumnas Sudiang,”ujarnya.

Belum lagi apa yang dikeluhkan Camat Biringkanaya, Andi Syahrum yang menyatakan perlunya ada tindakan tegas oleh Pemkot Makassar perihal Kompleks KIMA Square yang menjadi kawasan THM.

Setahunya sejak menjabat sebagai camat di Biringkanaya, kawasan itu tidak diperlukan usaha THM hingga bisnis ‘lendir’. Karenanya, dia meminta agar Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kota Makssar untuk tidak memperpanjang izin operasionalnya.

Anggota Komisi D DPRD Kota Makassar Melani Mustari menyayangkan prostitusi tumbuh subur di Makassar. Karenanya, dia hanya berharap Pemkot Makassar bertindak tegas. “Kami minta polisi bersama Pemkot Makassar untuk melakukan langkah tegas,”kata Melani.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kota Makassar Rosmayani Madjid menegaskan tidak tahu menahu perihal larangan usaha sejumlah THM di kawasan KIMA Square itu. Jika memang ada larangan, kata Rosmayani, pihaknya tidak akan memperpanjang izinnya.

(muh asrul/pojoksulsel)



loading...

Feeds