Dana Rehab Sekolah Diduga Ditelip, Jaksa Siap Panggil Kadis Pendidikan Parepare

pojoksulsel

pojoksulsel

POJOKSULSEL.com, PAREPARE –Pembangunan 34 sekolah melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) 2012, 2013 dan 2015 dilidik oleh pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Parepare, Sulawesi Selatan (sulsel).

Kasus ini mencuat setelah adanya laporkan dari salah satu Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM).

Kepala Dinas Pendidikan Anwar Saad, menyatakan siap jika dirinya dipanggil oleh penegak hukum untuk dimintai keterangan.

Ruang kelas puluhan sekolah itu kabarnya ditambahkan menggunakan DAK tersebut.

“Saya siap datang jika dipanggil. Mengenai adanya penambahan ruang kelas itu karena memang kebutuhan murid. Tolong ditunjukkan biar jelas,” katanya.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kota  Parepare, Risal Nurul Fitri mengatakan, berkas laporan perkaranya itu sedang  dipelajari dan jika memang cukup bukti maka akan didalami.

Dia menjelaskan, setiap pelaporan tindak pidana korupsi memang diekpose untuk menghindari adanya permainan antara penyidik dan pelaku yang diperiksa.

“Ada surat dari Kejati untuk ekspose kasus korupsi. Untuk mengukur kinerja kejaksaan dalam mengusut perkara korupsi,” jelas dia.

Anggaran pembangunan 34 sekolah ini diduga kuat menyimpang. Selama tiga tahun terakhir ini dana untuk rehabilitasi sekolah itu turun.

Adapun 34 sekolah penerima DAK Pendidikan itu yakni 27 Sekolah Dasar Sederajat dan 7 Sekolah Menegah Pertama dengan besaran yang berbeda.

Mulai dari, Rp 40 juta hingga Rp 800 juta persekolah. Total anggaran dari Dana Alokasi Khusus 2015 sebesar Rp 7,9 miliar.

(haerul amran/pojoksulsel)



loading...

Feeds