Bupati Barru Idris Syukur Dijerat UU Tipikor dan Pencucian Uang

Bupati Barru Andi Idris Syukur

Bupati Barru Andi Idris Syukur

POJOKSULSEL.com, MAKASSAR – Penyidik Bareskrim Mabes Polri didampingi Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Agung (Kejagung) melimpahkan  berkas perkara tahap dua Bupati Barru Idris Syukur ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulsel, Makassar, Rabu (24/2/2016).

Koordinator Pidana Khusus Kejati Sulsel Noer Adi mengatakan, Bupati Barru Idris Syukur dijerat Pasal 12 e Undang-Undang (UU) Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) 30/1999 ditambah UU 20/2001 dengan ancaman pidana minimal 4 tahun.

Idris Syukur juga dijerat Pasal 3 UU 8/2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) atau Money Laundry dengan ancaman pidana di atas 5 tahun.

Noe Adi menyebutkan, pada pasal 12 e merupakan delik korupsi dengan tidak ada kerugian negara. Namun ada indikasi grativikasi. Idris Syukur juga diduga menyalahgunakan kekuasaan dengan pemerasan dan TPPU.

Selain itu, Idris Syukur juga diduga menyalahgunakan wewenang sehingga penerbitan izin pertambangan.

“Kita tidak menerapkan pasalkan 2 atau pasal 3 UU Tipikor tentang adanya kerugian negara. Namun penyalahgunaan kekuasaan itu bisa ditafsirkan dengan pemerasan melalui kekuasaan yang dimilikinya,” jelas Noer Adi.

Noer Adi mengatakan, Kejati Sulsel akan segera memberikan petunjuk kepada JPU terkait rencana dakwaan yang sudah dibuat.

Selanjutnya, sebelum pelimpahan berkas perkara ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Makassar, akan dilakukan gelar perkara atau gelar dakwaan terkait rencana dakwaan yang telah dibuat setelah dilakukan ekspose.

Tim jaksa Kejati Sulsel tidak langsung melakukan penahanan saat pelimpahan tahap dua Idris Syukur, karena pertimbangan posisi Idris Syukur sebagai bupati Barru sangat kecil kemungkinan melarikan diri dan menghilangkan barang bukti.

“Ini juga setelah ada jaminan dari istri dan jaminan dari tim kuasa hukum,” kata Noer Adi.

Kejati Sulsel juga telah menerima barang bukti yang diduga hasil gratifikasi pembangunan pelabuhan Garongkong berupa 1 unit mobil Pajero. Idris Syukur ditetapkan sebagai tersangka oleh Mabes Polri Juli 2014.

(muh fadly/pojoksulsel)



loading...

Feeds