Baca Nih… Aturan Munaslub Partai Golkar ala Nurdin Halid

Nurdin Halid

Nurdin Halid

PASCA ditunjuk sebagai Ketua steering committe (SC), Nurdin Halid sudah mengambil ancang-ancang mendekor peraturan pelaksanaan musyawarah nasional luar biasa (Munaslub) Golkar. Secara tegas, ia mengaku akan membuat regulasi agar pelaksanaan hajatan besar partai berlambang pohon beringin itu berlangsung demokratis.

Nurdin mengatakan, Munaslub membuka ruang lebar bagi seluruh kader Golkar yang punya kapasitas, potensi untuk mencalonkan diri sebagai caketum. Artinya, yang punya finansial lebih atau yang hanya pas-pasan boleh mengajukan diri sebagai caketum.

“Kita buat regulasi yang membuat calon-calon ketua umum itu jor-joran, tidak melakukan money politic karena akan diatur oleh SC,” ucapnya di kantor DPP Golkar, Slipi, Jakarta, Rabu dini hari, (24/2/2016).

Ia mencontohkan, bakal calon Ketum tidak boleh lagi melakukan komunikasi langsung dengan DPD II yang tidak diatur oleh SC ketika masuk dalam tahap pendaftaran. Sementara pihaknya akan menyiapkan tempat untuk menghadirkan semua DPD II dimana para bakal calon menyampaikan visi-misinya. “Mereka akan berkampanye, mensosialisasikan visi misinya. Ya kayak KPU lah,” ujar mantan ketua umum PSSI itu.

Selain itu, SC akan menyiapkan regulasi untuk menghindari politik transaksioal. Misalnya di sebuah daerah mereka menundang seluruh DPD I dan II, untuk kampanye para calon ketum. Estimasi biaya untuk transport, akomodasi, uang saku, diatur dan diberikan SC bukan ditanggung para calon. Bagi calon yang ketahuan melakukan politik transaksiobal, katanya akan didiskualifikasi.

“Nanti kita bicarakan dalam SC. Kalau SC menyiapkan ini, kita plenokan. Jika setuju, baru kita sajikan,” sebut dia.

Nurdin berjanji bahwa SC harus independen dan netral untuk menyajikan munas yang transparan dan akuntabel. Karena itu, ia setuju dengan tidak diperbolehkannya SC maju mencalonkan diri sebagai ketua umum atau menjadi tim sukses si calon ketum. “Panitia harus betul-betul independen dan netral,” tegasnya.

Soal voting terbuka dalam Munaslub nanti, katanya masih dibicarakan dan masih sebatas pilihan. Namun yang pasti ia menegaskan, penyelenggaraan Munaslub Golkar direncanakan berlangsung pada 10-12 April.

(dna/JPG/pojoksulsel)



loading...

Feeds