Demo Kembali Berlanjut, Warga Cegat Kendaraan PT. Vale

POJOKSULSEL.com, MALILI – Aksi demonstrasi ratusan warga Sorowako kembali berlanjut Selasa (23/02/2016). Sebelumnya Senin (22/2), warga juga melakukan demontrasi ke PT Vale.

Para demonstran melakukan pencegatan terhadap seluruh kendaraan operasional milik perusahaan Pertambangan Nikel PT. Vale Indonesia, Tbk. Kendaraan yang melintas di sekitar terowongan dan pertigaan Towuti- Sorowako tidak diperbolehkan lewat.

“Aksi unjuk rasa melibatkan komunitas adat Makole Nuha serta 9 anak suku. Warga mempersoalkan patok peta dan mempertanyakan SK bupati Luwu Utara tahun 2002 serta amandemen kontrak karya tahun 2014 tentang pengukuran batas-batas lahan yang tertuang dalam kontrak karya (KK) PT. Vale Indonesia,” terang Andi Karman, korlap aksi.

BACA : Masyarakat Adat Luwu Timur Tutup Jalan, Protes PT Vale Serobot Lahan

Dia mengatakan dampak yang ditimbulkan dengan adanya hal ini adalah pengambilalihan lahan, rumah dan lingkungan yang telah dihuni warga.

“Lahan yang telah bersertifikat sekalipun juga akan habis dan diambil oleh mereka. Kami juga tidak nyaman berkebun karena terancam digusur dan dikejar pihak perusahaan. ” Sambung Karman.

Pencegatan terhadap kenderaan operasional Perusahaan PT. Vale dan kontraktor nasional mulai berlangsung pada pukul 06.00 wita pagi tadi.

Sebelumnya, menanggapi tuntutan warga Sorowako itu, CEO dan Presiden Direktur PT. Vale Indonesia, Tbk, Nico Kanter menampik jika pihak perusahaan sama sekali tak berniat mengambil hak-hak warga.

“Sebagai perusahaan terbuka dan perusahaan yang terikat dengan sejumlah peraturan dan perundang-undangan yang berlaku, PT Vale tidak pernah dan tidak akan pernah mengambil hak-hak pihak lain.” jelas Nico.

Dia menjelaskan, Amandemen Kontrak Karya (KK) PT Vale yang ditandatangani pada tanggal 17 Oktober 2014 tersebut, merupakan hasil kesepakatan dalam renegosiasi dengan Pemerintah Republik Indonesia sebagaimana yang diamanatkan oleh Undang-undang Minerba.

“Amandemen Kontrak Karya PT Vale tersebut justru mengurangi luas wilayah Kontrak karya PT Vale di Sulawesi Selatan. Tidak terdapat penambahan lahan baru terhadap luas wilayah Kontrak karya PT Vale. Dengan demikian tuduhan bahwa kami telah melanggar hak-hak masyarakat dan melakukan atau akan melakukan penggusuran atas properti pihak lain adalah tidak benar dan tidak berdasar, karena yang terjadi sesungguhnya PT Vale justru mengurangi luasan Kontrak Karya, bukan menambah atau mengubah lokasi Kontrak Karya,” papar Nico.

Adapun tanah dan bangunan pihak lain yang berada di dalam Kontrak Karya PT Vale yang telah memiliki dokumen-dokumen yang sah, tetap diakui oleh PT Vale sebagai hak milik pihak yang bersangkutan.

(cbd/pojoksulsel)



loading...

Feeds

Bakal Caleg PSI Diuji Tim Independen

POJOKSULSEL.com, MAKASSAR – Partai Solidaritas Indonesia (PSI) membuktikan diri sebagai partai bermananajemen moderen. Untuk rekruitmen bakal calon anggota legislatif saja, …