APES! PSK Dibayar Pakai Uang Palsu, Lapor Polisi, Akhirnya…

Ilustrasi

Ilustrasi

POJOKSULSEL.com, DUMAI – Seorang pekerja seks komersial (PSK) di kawasan Kota Dumai, Riau, terkena apes. SK yang kerap nongrong di lokalisasi Ampang-ampang, Kelurahan Bagan Besar, Kecamatan Dumai Timur, Riau, dibayar oleh pelanggannya menggunakan uang palsu.

Para PSK itu mengaku tidak terima dirinya dibayar dengan uang palsu oleh para sang tamu akhirnya melaporkan para tamu tersbeut ke Polsek Dumai Timur.

Kapolsek Dumai Timur Kompol Ade Zamrah menuturkan, penangkapan berawal dari dua pengunjung lokalisasi Ampang-ampang yang berada di Kelurahan Bagan Besar, Kecamatan Dumai Timur membayar wanita Pekerja Seks Komersial (PSK) dengan menggunakan uang palsu.

“Jumlah tersangka yang berhasil diamankan empat orang yang diduga tergabung dalam sindikat pengedar upal,” ujar Ade dilansir dari Pekanbaru MX, Senin (22/2/2016).

Pada penggrebekan itu tim Opsnal Polsek Dumai Timur bermula dari mengamankan dua orang berinisial CN (29) dan RA (25). Lantas dilakukan pengembangan yang dipimpin Kanit Reskrim Polsek Dumai Timur Iptu Al Amran. Para tersangka itu mengaku masih menyimpan uang palsu tersebut lebih kurang satu juta di kediamannya.

“Kita melakukan pengembangan dengan membawa tersangka CN ke kediamannya yang  berada di Jalan Parit Keling Kecamatan Sungai Sembilan, karena dia mengaku masih menyimpan uang palsu tersebut di rumahnya,” tambah Iptu Al Amran.

Sampai di kediamannya, polisi menemukan seorang pria tua berinisial EM (57)  yang mengaku adalah sebagai bapak angkat dari tersangka CN. Selanjutnya, disaksikan oleh EM petugas lalu melakukan penggeledahan.

Selama proses penggeledahan, tiba-tiba pria tua tersebut mengatakan kepada petugas bahwa rumah yang digeledah itu bukan tempat tinggal CN, melainkan adalah rumah EM sendiri.

Tak ayal personel Polsek Dumai Timur ini mendesak tersangka untuk memberitahukan dimana rumahnya sebenarnya.

Saat tiba di kediaman tersangka, petugas mendapati istri tersanka CN berinisial Ii (28) telah membakar uang palsu tersebut. Diketahui jumlahnya sekitar Rp1 juta. Ii, istri CN pun terpaksa digelandang ke markas Polsek Dumai Timur.

Dari pengembangan itu disimpulkan otak pelaku pengedaran uang palsu itu adalah EM. Dia mengaku mendapatkan uang palsu tersebut dari seseorang di Jakarta yang tidak diketahui namanya. Hanya dengan modal Rp30 juta, EM mendapatkan uang palsu sebanyak Rp90 juta uang palsu. Saat ini petugas masih melakukan pengembangan kasus upal ini.

“Barang bukti yang berhasil kita amankan saat ini sebesar Rp900 ribu dari tangan tersangka RA dan CN. Kita juga mengamankan bapak angkat tersangka EM yang kita duga sebagai otak pelaku,” ujarnya.

(MXU/iil/JPG/sdf)



loading...

Feeds