SAH! Kasus Novel Baswedan Dihentikan. Ini Alasannya

Novel Baswedan

Novel Baswedan

POJOKSULSEL.com, JAKARTA – Kejaksaan Agung akhirnya menghentikan kasus perkara yang melilit penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan.

Jaksa Agung Muda Pidana Umum (Jampidum) Kejaksaan Agung (Kejagung) Noor Rachmad mengatakan, pemberhentian ini menyusul diterbitkannya surat oleh Kejari Bengkulu bernomor B03N.7.10/RP.102 2016.

“Perkara dihentikan karena kurang cukup bukti dan daluarsa (kedaluwarsa), itu yang menjadi pertimbangan kami selaku jaksa penuntut umum,” ujar Noor Rahcmad di ruang konpres Kejagung, Senin (22/2/2016).

Didampingi Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bengkulu, Ali Mukartono dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Bengkulu Made Sudarmawan, Noor Rahcmad mengungkapkan kekurangan bukti karena tidak ada satu orang saksi yang melihat Novel menembak korban.

“Kejadiannya kan malam, gelap-gelapan, meski korban menyebut mendengar suara Novel, kan tidak ada bukti,” ujar dia.

Kemudian kedaluwarsa kasus ini dikarenakan sudah berusia 12 tahun. “Tepat 19 Februari 2016, kasus ini berusia 12 tahun, ada aturan di KUHP menyebut jika perkara dengan ancaman hukuman di atas tiga tahun, bila perkara sudah berusia 12 tahun akan dihapus tuntutan pidananya,” beber dia.

Aturan yang dimaksud adalah Pasal 78 ayat (1) butir 3 KUHP yang berbunyi, mengenai kejahatan yang diancam dengan pidana penjara lebih dari tiga tahun, sesudah dua belas tahun akan dihentikan penuntutan pidananya.

Diketahui Novel dijerat dengan Pasal 351 ayat (2) KUHP dan atau pasal 422 KUHP Jo Pasal 52 KUHP yang ancaman hukumannya di atas tiga tahun, yakni lima tahun.

(elf/JPG)



loading...

Feeds