Nah Lho… Komnas HAM Tolak Legalitas LGBT

Ilustrasi

Ilustrasi

KOMISIONER Komnas HAM Manager Nasution menegaskan bahwa Indonesia tak memberlakukan pernikahan secara jenis ke dalam bentuk regulasi. Sebab, paham lesbian, gay, bisexual, dan transgender (LGBT) bertentangan dengan ideologi negara, pancasila dan UU perkawinan.

“Sebagai bangsa yang beragama, sudah sejatinya menolak pernikahan sesama jenis yang merupakan prilaku menyimpang,” tegas dia kepada JawaPos.com (grup pojoksulsel), Senin (22/2).

Persoalan LGBT, kata dia, telah menjadi propaganda dan kampanye secara agresif yang mendorong pernikahan sejenis diakui atau sah secara hukum.”Ya, selama paham LGBT untuk pribadi bukan kampanye maupun minta pengakuan gak masalah. Tetapi jika minta diakui justru bertentangan dengan aturan undang-undang yang berlaku di Indonesia sehingga negara harus hadir,” tegas Manager.

Ia menjelaskan, deklarasi universal tentang HAM (DUHAM) PBB telah diratifikasi sesuai UUD 1945 dan Pancasila. Aturan HAM masuk pasal 28 UUD 1945 yang berisi 10 huruf. Misalnya, pasal 28 j tentang kebebasan hak dan orang dibatasi oleh UU.

“Artinya, ketika HAM bertentangan dengan UU, agama, asusila dan kepentingan nasional, otomatis harus dibatasi,” jelas Mantan sekretaris Komisi Kerukunan Antar Umat Beragama MUI Pusat ini.

Untuk itu, Komnas HAM hadir untuk menciptakan suasana kondusif bagi pelaksanaan HAM sesuai UUD 1945 dan Pancasila. “Kita tegakan ham secara kondusif supaya hak dan orang bisa dilindungi dan dipenuhi,” imbuh Manager.

Menurutnya, negara memang wajib hadir melindungi dan memberikan jaminan bagi seluruh warganya. Termasuk komunitas LGBT. Namun, jaminan hanya berlaku untuk hak-hak dasarnya saja seperti perlindungan kekerasan.”Yang jelas LGBT minta dilegalkan tak boleh. Maka negara juga harus hadir melindungi anak-anak generasi penerus kita,”

Manager meminta pemerintah dan DPR melahirkan regulasi LGBT yang ramah dan tidak diskriminatif. Yakni, UU Ketahanan Keluarga bukan UU anti LGBT.”Regulasi ini agar lebih kuat untuk membentengi diri dari pengaruh orang lain dalam tumbuh kembang anak. Jadi bisa mengatur narkoba, pergaulan bebas hingga ajaran kekerasan,” tandas dia.

(hyt/JPG/pojoksulsel)



loading...

Feeds

Bakal Caleg PSI Diuji Tim Independen

POJOKSULSEL.com, MAKASSAR – Partai Solidaritas Indonesia (PSI) membuktikan diri sebagai partai bermananajemen moderen. Untuk rekruitmen bakal calon anggota legislatif saja, …