Muatan Balik Tidak Seimbang, Direct Call Terancam Dihentikan

Ilustrasi

Ilustrasi

POJOKSULSEL.com, MAKASSAR – Pengoperasian jalur pelayaran internasional atau direct call di Pelabuhan Makassar tidak akan bertahan lama disebabkan muatan balik yang cenderung tidak seimbang. Hal itu disampaikan Sekretaris Jenderal Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI), Akbar Djohan di Makassar, Senin (22/2/2016).

Menurut Akbar Djohan, ketidakseimbangan muatan atau imbalance cargo menjadi momok bagi perusahaan pelayaran global dalam melayani pelayaran langsung melalui Makassar.

Kondisi tersebut dipicu oleh pengembangan infrastruktur pelabuhan yang cenderung timpang jika dibandingkan dengan penguatan fasilitas rantai pasok secara meneyeluruh di Sulawesi Selatan.

“Jika tidak segera dibenahi, direct call  Makassar tinggal menunggu waktu untuk ditutup, hanya bertahan paling lama setahun, sama dengan Bitung yang lebih dulu ditutup,” ujar Akbar Djohan.

BACA JUGA:

Innalillah… Aktivis Nasyiatul Aisyiyah Sulsel Tewas Dibegal

Astaga! Prostitusi Menjamur di Biringkanaya, Pemkot Makassar Tutup Mata?

Pihaknya pun menawarkan solusi kepada Pemprov Sulsel agar segera membangun Pusat Logistik Berikat (PLB) dengan menggandeng pihak terkait yang memiliki peran strategis dalam pelaksanaan direct call diantaranya Pelindo IV, Bea Cukai dan lainnya.

PLB akan menjadi pusat penghimpunan komoditas berorientasi ekspor dari berbagai daerah yang perizinannya dilakukan satu atap.

“Kehadiran PLB akan menjamin ketersediaan muatan balik bagi perusahaan pelayaran sehingga jalur pelayaran internasional bisa terlaksana secara berkelanjutan,” pungkas Akbar.

(dian megawati/pojoksulsel)



loading...

Feeds