DPRD Makassar Klaim Ranperda CSR Makassar Lebih Baik dari Tangerang

POJOLSULSEL.com, MAKASSAR – DPRD Makassar melalui komisi D telah melakukan studi banding ke Kota Tangerang. Study banding tersebut membahas tentang rancangan peraturan daerah (ranperda) Coorporate Social Responsibility (CSR).

Setelah menengok pemberlakuan perda CSR di Tangerang, Banten, ketua komisi D Mudzakkir Ali Djamil mengklaim, nantinya Perda CSR Makassar akan jauh lebih baik.

“Kami sudah melakukan kunjungan ke DPRD Tangerang. Perda CSR di sana memang sudah ada sejak 2012,” kata Mudzakkir Ali Djamil, Senin (22/2/2016). Mudzakkir menyebutkan, meskipun sudah diberlakukan sejak empat tahun silam, ia menilai perda tersebut belum berjalan maksimal. Sebab lanjutnya lagi, perda tersebut dihadapkan dengan satu kendala.

“Forum CSR mereka tidak punya anggaran operasional yang harusnya disiapkan oleh pemerintah kotanya,” jelas legislator fraksi PKS ini.
Menurut Mudzakkir seharusnya sebelum benar-benar diberlakukan harus ada antisipasi agar pelaksanaan Perda CSR tidak terkendala dana opersional yang akan disiapkan Pemkot. Ia menjelaskan di Makassar sendiri, forum maupun dewan CSR tidak akan mengelola dana CSR dari perusahaan. Tetapi hanya mengarahkan dan mengoordinasikan program apa saja yg harus disentuh dana CSR dari perusahaan.

Diketahui Ranperda CSR dibuat agar perusahaan bisa menunjukkan pertanggungjawabannya terhadap lingkungan sekitar. Sederhananya agar perusahaan mempunyai tanggung jawab untuk mengembangkan lingkungan sekitarnya melalui program-program sosialnya.

Kepedulian sosial perusahaan lanjutnya lagi terutama didasari alasan bahwa kegiatan perusahaan membawa dampak lebih baik bagi kondisi lingkungan dan sosial ekonomi masyarakat.

Mudzakkir menambahkan, DPRD Tangerang mengapresiasi DPRD Makassar yang dalam ranperdanya akan membentuk Dewan CSR dan forum CSR.

“Dengan adanya dewan CSR maka akan ada lembaga independen yg akan melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan CSR oleh perusahaan,” ungkapnya. Selain itu anggaran untuk opersional akan disiapkan oleh SKPD yg menjadi leading sector dari CSR tersebut.

(andini ristyaningrum/pojoksulsel)



loading...

Feeds