Dinilai Banyak Kasus Korupsi Mandek, Kinerja Kejari Makassar Dipertanyakan

Ilustrasi

Ilustrasi

POJOKSULSEL.com, MAKASSAR – Dewan Rakyat Antikorupsi meminta pertanggung jawaban jajaran Kejaksaan Negeri (Kejari) Makassar perihal kinerja dalam menyelesaikan kasus yang dilidik maupun penyelidikan tindak pidana korupsi (tipikor).

Sejumlah kasus Tipikor di Makassar yang dinilai mandek, seperti seperti proyek gedung olahraga Baromrombong, Pulau kayangan, proyek laboraturium BPOM Makassar, pembebasan lahan tempat pemakaman umum (TPU) Sudiang milik Pemkot Makassar, proyek Puskemas Bangkala, dugaan gratifikasi Hotel Pesonna, dan sejumlah kasus lainnya yang mandek di tangan penyidik kejaksaan.

Ketua DPP Dewan Rakyat Antikorupsi Hamka Jarot menyanyangkan komitmen jajaran adiyaksa itu yang tidak fokus setiap penuntasan kasus korupsi. Hal ini patut dipertanyakan dan Kejaksaan Agung harus mengevaluasi kinerja Kejari Makassar itu.

BACA JUGA:

Innalillah… Aktivis Nasyiatul Aisyiyah Sulsel Tewas Dibegal

Duh… Psikolog Ini Bilang Saipul Jamil Sudah Punya Kelainan Seks Sejak Lama

“Belum lagi sejumlah kegiatan di Pemkot Makassr yang terbengkalai. Seharusnya kejaksaan mengusut atau meminimalisir dilakukan pencegahan dalam praktik tindaka pidana korupsi,” kata Hamka Jarot kepada pojoksulsel.com, Senin (22/2/2016).

Kepala Kejari Makassar Deddy Suwardy Surachman menegaskan bahwa semua kasus yang ditangani masih berproses dan tentu memiliki waktu untuk dilakukan pendalaman. “Pengusutan kasus itu perlu ketelitian apalagi menetapkan seorang tersangka,” kata Deddy.

(muh asrul/pojoksulsel)



loading...

Feeds

Bakal Caleg PSI Diuji Tim Independen

POJOKSULSEL.com, MAKASSAR – Partai Solidaritas Indonesia (PSI) membuktikan diri sebagai partai bermananajemen moderen. Untuk rekruitmen bakal calon anggota legislatif saja, …