Pengamat Ini Bilang Harusnya Hesty Klepek-Klepek Jadi Tersangka

Hesty Klepek-klepek

Hesty Klepek-klepek

PENGAMAT hukum dari Universitas Lampung Heni Siswanto memprotes penyidik yang menerapkan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) dalam kasus prostitusi artis yang melibatkan pedangdut Hesty Aryatura.

Hesty yang melejit dengan tembang Klepek-Klepek ditangkap di sebuah kamar hotel di Bandarlampung, Lampung, Jumat (19/2) dini hari. Ia digerebek aparat bersama dengan muncikari Kiki saat menunggu tamu yang akan menggunakan jasanya.

Heni menjelaskan, dengan menggunakan TPPO, Hesty Klepek-Klepek akan bebas karena dijadikan korban. Beda jika penyidik memasukkan ranah itu dalam kasus prostitusi.

“Saat digerebek di hotel kan jelas, dia (Hesty) sedang bersama pria. Artinya dia bersama pria itu pelaku, kenapa mesti dinyatakan korban,” kritiknya. Apalagi, Hesty sudah memasang tarif Rp100 juta untuk jasa pelayanannya. Artinya dara asal Kota Bandung tersebut sudah mengetahui profesi dan risiko dari apa yang dilakoninya.(Sikap polisi) ini seakan memberi keuntungan kepada pelaku pelacuran,” kata Heni kepada Radar Lampung (Jawa Pos Group), Minggu (21/2).

Hesty sendiri saat ini sudah pulang ke Jakarta. Lantaran dinyatakan sebagai korban, ia hanya dimintai keterangan dan tidak ditahan.

Sementara muncikarinya, Kiki Sofian, warga Bandung, Jawa Barat, yang berstatus tersangka. Polisi ketika itu juga menangkap empat muncikari lain asal Lampung bersama “anak-anak didiknya” yang juga disebut korban trafficking oleh polisi.

(cw1/ade/awa/jpg/pojoksulsel)



loading...

Feeds