Hati-hati Nongkrong Seharian di Cafe, Ini Akibatnya

Ilustrasi

Ilustrasi

NONGKRONG sembari ngopi di café memang menyenangkan. Tapi, Anda harus waspada terhadap apa yang dikonsumsi. Sebab, minuman panas yang disajikan bisa jadi pemicu obesitas. Itu tak lepas dari kandungan gula yang sangat tinggi.

Beberapa di antaranya bahkan jauh lebih tinggi bila dibandingkan sekaleng Pepsi maupun Coca-Cola. Hal itu terungkap dalam laporan aktivis Action on Sugar di Inggris kemarin (17/2).

Action on Sugar menganalisis 131 jenis minuman panas. Yaitu, mulai kopi moka dan latte, minuman hangat rasa buah, hingga minuman cokelat panas. Beberapa kafe yang diteliti, antara lain, Starbucks, Costa, Caffe Nero, dan KFC. Hasilnya, 98 persen dari seluruh minuman yang dites tersebut menerima label merah karena kandungan gulanya yang tinggi. Kadar gula sepertiga di antaranya bahkan setara atau malah lebih tinggi jika dibandingkan sekaleng minuman bersoda.

”Sekali lagi contoh jumlah gula yang luar biasa banyak ditambahkan ke makanan dan minuman kita. Tidak heran kenapa kita (Inggris, Red) memiliki tingkat obesitas tertinggi di Eropa,” kata CEO Action on Sugar Profesor Graham MacGregor.

Misalnya, minuman grape with chai, orange, dan cinnamon hot mulled fruit dengan ukuran venti di Starbucks mengandung 25 sendok teh gula per sajian. Di kafe Costa, minuman massimo eat-in chai latte memiliki kandungan gula 20 sendok teh per sajian. Padahal, tambahan gula yang direkomendasikan untuk usia 11 tahun ke atas adalah tujuh sendok teh per hari. Starbucks, Costa, dan Caffe Nero menyatakan ber­komitmen untuk mengurangi kadar gula dalam minuman yang mereka jual.

”Kami berkomitmen mengurangi tambahan gula hingga 25 persen pada akhir 2020,” ujar juru bicara Starbucks.

(BBC/The Guardian/sha/c23/ami/pda/pojoksulsel)



loading...

Feeds

Bakal Caleg PSI Diuji Tim Independen

POJOKSULSEL.com, MAKASSAR – Partai Solidaritas Indonesia (PSI) membuktikan diri sebagai partai bermananajemen moderen. Untuk rekruitmen bakal calon anggota legislatif saja, …