Duh… Dosen Ini Pilih Ceraikan Isteri untuk Bersama Pacar Lelakinya

Ilustrasi

Ilustrasi

ISU lesbian, gay, biseksual dan transgender (LGBT) yang lagi booming saat ini membuat pria asal Wiyung sebut Donjuan, 39, ingin menunjukkan jati dirinya. Ayah dua anak ini mulai rajin menulis proposal atas sikap rekan-rekannya senasib. Bahkan karena merasa kehidupannya akan bebas, dia pun memilih menceraikan sang istri.

Salah satu pelaku nyata LGBT asli Surabaya, Jawa Timur adalah Donjuan. Di tengah gencar-gencarnya kampanye LGBT, kini dosen di salah satu universitas swasta di Surabaya itu berani mengambil sikap tegas atas hidupnya.

Dia memilih menceraikan sang istri supaya hidupnya lebih adem ayem. “Saya tidak bisa lagi membohongi istri dan anak kalau saya ini berbeda,” ucap Donjuan yang ditemani pengacaranya seperti yang dilansir Radar Surabaya (grup Jawa Pos/pojoksulsel).

Sebenarnya sikap dukungan dosen ini pada kaum LGBT sudah tak begitu asing lagi. Dia sering menulis di media-media ternama dan mengkritik kebijakan pemerintah baik soal politik maupun ekonomi.

Dari penampilannya juga tak begitu jauh dengan orang berpendidikan. Wajahnya lumayan tampan. Dia juga pandai berkomunikasi.

Bahkan ketika dia hadir dalam sidang talak cerainya di Pengadilan Agama Klas 1 Surabaya, dia tak menunjukkan bahwa ada masalah dalam rumah tangganya.

Radar Surabaya berani menguak kalau dirinya adalah bagian dari kaum LGBT ketika sang istri sebut Karin, 35, menangis dan keceplosan usai sidang mediasi. Karin yang tampak lemas dan kecewa keceplosan omong di depan pengacaranya.

“Gugatan sudah tidak cocok lagi itu cuma bohong. Dia sebenarnya memang tidak nyaman sama aku. Wong dia juga punya pacar. Tapi ya itu, pacarnya itu laki-laki,” ucap Karin masih sambil menangis.

Dari proses mediasi tersebut, Donjuan memang mengakui kalau sebenarnya dia lebih suka dengan sesama jenis.

Bahkan kecenderungan itu sudah dirasakannya sejak remaja. Karin pun mengungkap bahwa untuk urusan ranjang, suaminya tak pernah beres. Donjuan jarang mengalami ereksi dengannya.

Donjuan jug jarang menyentuh dirinya. Kecuali jika Karin yang merengek dan memintanya. Tapi itu pun bisa dihitung dengan jari.

Dalam sebulan, Donjuan paling cuma menyentuh Karin cuma sekali. Tapi meskipun termasuk jablay alias jarang dibelai, tak pernah sekalipun Karin curiga dengan sikap sang suami.

Maklum, Donjuan lebih banyak tertarik ke laki-laki daripada perempuan. “Buat apa curiga. Selama ini yang datang ke rumah kalau ndak mahasiswa cowok, ya teman atau dosen cowok. Ndak ada ceweknya sama sekali,” ucapnya.

Selain itu, menurut Karin, Donjuan tak pernah bereaksi ketika melihat cewek cantik atau seksi. Berbeda dengan kebanyakan cowok lain.

“Makanya, saya kasih tahu sama semua istri jangan anggap santai pria yang ndak mau lihat wanita. Itu kemungkinan sudah kelainan seksual karena persis sama dengan suamiku yang ternyata anggota LGBT,” ucapnya seraya tertawa kecut.

Dari pengakuan di ruang mediasi itu, Donjuan menceraikan dirinya karena ingin menikmati kehidupannya secara lebih nyata tanpa harus membohongi istri, keluarga dan masyarakat.

Apalagi, kini sudah banyak rekannya yang memperjuangkan nasibnya. “Tadi sama mediatornya dimarahi habis-habisan. Suruh tobat atau apalah. Tapi yang namanya dosen alias omonge sak dos, ya banyak saja alibinya,” ucap Karin kesal.

(*/jay/jpg/pojoksulsel)



loading...

Feeds

Bakal Caleg PSI Diuji Tim Independen

POJOKSULSEL.com, MAKASSAR – Partai Solidaritas Indonesia (PSI) membuktikan diri sebagai partai bermananajemen moderen. Untuk rekruitmen bakal calon anggota legislatif saja, …