Sekali Sepekan, Sentra “Pakain Cakar” Pantai Seruni Diserbu Warga

Suasana Pasar

Suasana Pasar "Pakaian Cakar" di Kawasan Wisata Pantai Seruni Bantaeng, Sabtu (20/2/16). POJOKSULSEL - ANDI AWAL

POJOKSULSEL.com, BANTAENG – Kawasan Wisata Pantai Seruni yang terletak di Kecamatan Bantaeng Kabupaten Bantaeng tak pernah sepi dari aktifitas masyarakat, terkhusus di akhir pekan, ratusan warga berjubel tak hanya warga Bantaeng sendiri namun juga dari Sinjai, Bulukumba dan Jeneponto.

Kawasan wisata pinggir pantai tersebut memiliki daya tarik tersendiri bagi masyarakat, selain wisata kuliner dan arena permainan anak, kini kawasan Pantai Seruni dijadikan lokasi para pedagang pakaian bekas layak pakai atau yang lazim di kenal dengan sebutan pakaian ‘Cakar’.

Dari pantauan pojoksulsel.com, Sabtu (20/2/16) sore, ratusan masyarakat tumpah ruah di kawasan Seruni. Para pedagang pakaian Cakar ini pun menjadi incaran bagi sejumlah kalangan masyarakat.

Terutama pada saat pedagang membuka tumpukan karung berisikan pakaian Cakar yang langsung di serbu pembeli.

Berbagai jenis pakaian pun tersedia,mulai dari baju kaos oblong, kemeja, jaket, celana, pakaian dalam dan jenis pakaian lainnya.
Mengenai harganya tentunya pun sangat terjangkau dan jauh lebih murah dari harga yang ada di toko, sehingga sangat cocok bagi pengunjung yang berkantong pas pasan.

Bukan hanya sekedar pakaian layak pakai saja yang dijual pedagang, pakaian Cakar yang ditawarkan adalah pakaian bekas impor dari luar negeri. Tak heran jika ada pembeli yang beruntung bisa mendapatkan pakaian yang bermerek terkenal dari luar negeri dengan harga yang murah.

Masyarakat yang datang bukan hanya untuk belanja pakaian Cakar, namun sejumlah masyarakat yang datang mengakui belanja sembari refresing menghilangkan penat dari aktifitas rutinitas sehari-hari.

“Saya datang ke Seruni dari info teman, sambil jalan-jalan bawa anak refreshing, kita lihat pakaian CAKAR. Kalau ada yang bagus langsung kita beli,” ujar Rina kepada pojoksulsel.com, warga Sinjai yang sengaja datang ke Seruni bersama dengan anak anaknya.

Salah seorang pedagang Cakar, Nurliah kepada pojoksulsel.com, mengakui minat masyarakat akan pakaian Cakar masih sangat tinggi dan kebanyakan pembelinya merupakan PNS dan Pejabat.

“Iye, kualitasnya mungkin pak yang banyak di sukai pembeli, terkadang Pejabat malah yang berbelanja Cakar sampai ratusan ribu,” ungkap Nurliah yang sudah berdagang Cakar sejak empat tahun lalu ini.

Omzet yang di dapat Nurliah setiap pekan pun lumayan bisa sampai Rp 3 juta. Nurliah mengatakan harga per bal CAKAR dia beli seharga 3,5 juta dan di datangkan langsung dari Luar Negeri melalui Pare Pare.

“Dulu masih murah pak, 2,5 juta kita sudah dapat 1 bal Cakar, sekarang sudah naik dan juga semakin ketat peraturannya,” ujarnya.

(andi awal/pojoksulsel)



loading...

Feeds