Polda Dalami Dugaan Ijazah Palsu Bupati Pangkep Syamsuddin Hamid

Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Sulsel Komisaris Besar (Kombes) Pol Frans Barung Mangera | DOK. POJOKSULSEL

Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Sulsel Komisaris Besar (Kombes) Pol Frans Barung Mangera | DOK. POJOKSULSEL

POJOKSULSEL.com, MAKASSAR – Penyidik Ditreskrimum Polda Sulsel telah mendalami kasus dugaan pemalsuan ijazah bupati Pangkep, Syamsuddin A Hamid.

Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Frans Barung Mangera mengatakan kasus dugaan ijazah palsu bupati Pangkep masih dalam proses penyelidikan.

Barung Mangera menjelaskan, penyidik Polda Sulsel masih melakukan pengecekan status ijazah Syamsuddin A Hamid ke Dirjen Pendidikan Tinggi (Dikti). Selanjutnya ke Dinas Pendidikan, dan pihak sekolah tempat ijazah itu dikeluarkan.

Selain itu, Barung Mangera juga menegaskan butuh waktu bagi penyidik untuk melakukan klarifikasi terkait laporan dugaan ijazah palsu Bupati Pangkep. Sebab banyak aspek yang perlu terklarifikasi sebelum mengambil keputusan.

“Sehingga untuk bupati Pangkep sementara masih didalami karena banyak hal yang harus dicek, misalnya tahun dia lulus, ditanya teman-teman satu angkatannya. Sampai pada pelibatan saksi ahli untuk melihat apakah ada pemalsuan tanda tangan,” kata Barung saat ditemui di Warkop Fokus Toddopuli, Sabtu (20/2/2016).

Barung Mangera menyebutkan, kasus tersebut baru 2 pekan ditangani Polda Sulsel. Proses penyelidikan dan penyidikan pun masih sementara berlangsung.

“Bersabarlah publik. Bersabarlah masyarakat. Waktunya akan disampaikan nanti kalau sudah rampung,” kata dia.

Diberitakan sebelumnya, Bupati Pangkep, Syamsuddin A Hamid dilapor ke Bareskrim Mabes Polri, Jakarta, Jumat (29/1/2016). Kasus tersebut dilaporkan oleh Ahsan Patetengi Mone ke Mabes Polri.

Menurut Ahsan, ijazah SD yang digunakan sang bupati fiktif. Melihat, pada nomor registrasi ijazah, bila disandingkan dengan ijazah yang asli, jauh berbeda.

Tak sampai disitu, bahkan ijazah SMP yang digunakan Syamsuddin juga fiktif. Sebab, salah satu saksi bernama Kartini, mengaku bahwa ijazah yang dipakai Syamsuddin adalah miliknya.

Selain itu, anggota Ikatan Alumni SMP Negeri 1 Labakkang, Pangkep, Hamzah Cale, juga mengakui, bahwa Syamsuddin tidak pernah tamat SMP.

(muh fadly/pojoksulsel)



loading...

Feeds

Bakal Caleg PSI Diuji Tim Independen

POJOKSULSEL.com, MAKASSAR – Partai Solidaritas Indonesia (PSI) membuktikan diri sebagai partai bermananajemen moderen. Untuk rekruitmen bakal calon anggota legislatif saja, …