Aktivis Sesalkan Rencana Pengusiran Pengelolah Kantin PKK Tana Toraja

Kantin PKK Tana Toraja. | POJOKSULSEL - MUHAJIR TANGKESALU

Kantin PKK Tana Toraja. | POJOKSULSEL - MUHAJIR TANGKESALU

POJOKSULSEL.com, TANA TORAJA – Ancaman pengusiran pengelola kantin PKK Kabupaten Tana Toraja mendapat kecaman dan disesalkan aktivis Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di Tana Toraja.

Aktivis pemerhati Usaha Kecil Menengah (UKM) Toto Bala Lembang mengatakan, sepengetahuannya, Marni Triana bersama keluarganya sudah sekitar 5 tahun dipercayakan untuk mengelola kantin tersebut dan kantin itu tidak pernah terlihat kotor.

“Kalau hanya persoalan kotor, yang menjadi alasan diusirnya Mbak Marni itu alasan mengada-ada saja. Malah dengan hadirnya mereka di sini menjadi pengelolah, kantin ini jadi rapi,” kata Toto Bala Lembang

Selain itu, Toto juga menuding pemerintah yang baru tidak prorakyat sesuai dengan janji politiknya, terkait rencana pengusiran pengelolah Kantin PKK, Marni Triana yang merupakan perantau dari Jawa.

BACA JUGA:

Ini Jawaban Penentu Kezia Warouw dari Sulawesi Utara Jadi Putri Indonesia 2016

GEGER! Saipul Jamil dan 8 Kasus Artis “Diduga” Gay di Indonesia

“Kalau seperti ini kebijakan, berarti mereka tidak pro pada rakyat yang mencari nafkah pada usaha kecil menengah. Seharusnya pemerintahan yang baru di kabupaten tana toraja, di awal periodenya harus merakyat sesuai dengan janji-janji politik yang pro terhadap rakyat kecil,” ujar Toto.

Sebagaimana diberitakan, Marni Triana diusir oleh pengurus PKK Tana Toraja karena dinilai kantin tersebut kotor. Pengurus PKK memberikan batas waktu kepada Marni agar segera mengosongkan tempat itu.

(muhajir tangkesalu/pojoksulsel)



loading...

Feeds