394 Kasus DBD dan 4 Meninggal, Dinkes Pangkep Fogging

Petugas Dinas Kesehatan melakukan fogging atau pengasapan di ruko Palampang, Jalan Kelapa, Kelurahan Mappasaile, Kecamatan Pangkajene, Pangkep, Jumat (19/2/2015). | POJOKSULSEL - TAJUDDIN MUSTAMING

Petugas Dinas Kesehatan melakukan fogging atau pengasapan di ruko Palampang, Jalan Kelapa, Kelurahan Mappasaile, Kecamatan Pangkajene, Pangkep, Jumat (19/2/2015). | POJOKSULSEL - TAJUDDIN MUSTAMING

POJOKSULSEL.PANGKEP – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pangkep kampanyekan gerakan pemberantasan nyamuk deman berdarah bersama jajaran pemerintah dan beberapa lembaga perbankan, untuk mencegah meluasnya kasus demam berdarah (DBD) akibat gigitan nyamuk Aedes aegypti.

Diketahui, sejak 2015 hingga Februari 2016, sebanyak 394 kasus penderita DBD di Pangkep dan 4 di antaranya meninggal dunia. Korban DBD di Pangkep sebagian besar anak-anak.

Kepala Dinas Kesehatan Pangkep Indriaty latif mengatakan, melalui kegiatan tersebut, pihaknya mengajak masyarakat bersama sama melakukan kebiasaan 3M untuk membatasan penyebaran virus berbahaya ini.

BACA JUGA:

Saipul Jamil Tersangka Pelecehan Seksual, Ini Kata Dewi Perssik

POJOK FOTO: Atap Rumah Adat Bola Soba Bone Hancur Diterjang Angin Kencang

Ia juga meminta kepada semua camat, lurah, dan desa bersama-sama turun ke masyarakat untuk mengampayekan kegiatan pencegahan. “Bersama memberikan pemahaman ke masyarakat terkait penyebaran penyakit yang bisa mengakibatkan kematian pada penderitanya,” tegasnya.

Fooging ini sendiri akan di lakukan secara menyeluruh di semua wilayah di Pangkep dengan beberapa titik yang menjadi tempat bersarangnya nyamuk.

Antisipasi lain yang di lakukan Dinkes adalah mempersiapkan kelambu sebanyak 1.000 lembar yang merupakan bantuan dari kementrian untuk ibu-ibu melahirkan. tapi bisa digunakan juga untuk pencegahan deman berdarah,” tambah indriaty.

(tajuddin mustaming/pojoksulsel)



loading...

Feeds