Orang Ini Tuding Dana Lelang Kepsek Dikorupsi. Serius Nih?

Ilustrasi

Ilustrasi

POJOKSULSEL.com, MAKASSAR – Proses lelang kepala sekolah (kepsek) Makassar bukan hanya dipersoalkan, tetapi penggunaan anggaran sebesar Rp800 juta melalui APBD 2015 diduga terjadi tindak pidana korupsi (tipikor).

Bahkan, indikasi ini disinyalir terjadi manipulasi anggaran oleh panitia rekrutmen yang dilaksanakan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Makassar.

“Copot semua panitia uji kompetensi calon kepsek dan ketua tim seleksi karena diduga memanipulasi anggaran uji kompetensi sebesar Rp800.000.000. Karena dugaan pelaksanaan uji kompetensi para calon kepsek hanya akal-akalan,” tegas Herman Hafid Nassa koordinator aksi saat melakukan ujuk rasa di Balaikota Makassar, Kamis (18/2/2016).

Menanggapi hal itu, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Makassar Ariati Puspasari Abadi menyatakan, dirinya siap mempertanggungjawabkan penggunaan anggaran lelang kepsek sebesar Rp800 juta. Bahkan, pihaknya bersama timsel siap diperiksa oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Inspektorat.

“Silahkan untuk menyampaikan aspirasi. Tapi LSM itu tidak jelas. Yang pasti indikator pemeriksaan yaitu BPK atau Inspektorat. Nah, indikatornya kami diperiksa ketika rampungkan proses lelang kepsek ini,” kata Ariati melalui via selular.

Terkait tuntutan mereka, Ariati menyatakan, soal proses mutasi kepala sekolah untuk menengah atas sejauh ini belum ada secara resmi pengalihan kepada Walikota Makassar ke Pemprov Sulsel.

“Jadi, selama belum ada penyerahan dari walikota, kami atas nama Pemkot Makassar masih punya kewenangan dalam melakukan lelang kepsek termasuk mutasi di sekolah,” jelas Ariati.

(muh asrul/pojoksulsel)



loading...

Feeds