Ini Ranking Polres Se-Sulselbar Kasus Korupsi, Polres Pelabuhan Terburuk

Kapolda Sulsel Irjen Pol Pudji Hartanto membuka rapat tehnis Direktorat Kriminal Khusus (Krimsus) Polda Sulsel, Kamis (18/2/2016), di Hotel Grand City Makassar. | IST

Kapolda Sulsel Irjen Pol Pudji Hartanto membuka rapat tehnis Direktorat Kriminal Khusus (Krimsus) Polda Sulsel, Kamis (18/2/2016), di Hotel Grand City Makassar. | IST

POJOKSULSEL.com, MAKASSAR – Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sulsel melakukan evaluasi dan supervisi satu tahun penindakan kasus korupsi di seluruh Polres di wilayah Sulawesi Selatan dan Barat (Sulselbar).

Pada evaluasi tersebut, Polres Mamuju menjadi ranking 1 dalam penindakan kasus korupsi. Menyusul Polres Parepare di ranking 2, dan Polres Luwu di ranking 3. Selanjutnya, untuk ranking harapan 1, 2, dan 3 masing-masing ditempati Polres Wajo, Polres Soppeng, dan Polres Polman.

Pada kesempatan yang sama, Ditreskrimsus Polda Sulsel juga mengumumkan Polres berkinerja buruk dalam penindakan kasus korupsi, di antaranya Polres Pelabuhan Makassar, Polres Pengkep dan Polres Mamuju Utara (Matra).

“Ini bukan indikator ya. Ini hanya dalam kasus korupsi. Bisa jadi dalam bidang lain mereka menonjol,” kata Direktur Ditreskrimsus Polda Sulsel Kombes Pol Hery Dahana, Kamis (18/2/2016).

Hery mengatakan, seluruh Polres di wilayah Sulselbar akan terus berkompetisi untuk menjadi yang terbaik dalam penindakan kasus korupsi. Namun pada akhirnya proses terus berjalan dengan tingkat keberhasilan yang berbeda-beda di tiap Polres.

“Selama saya duduk menjabat di sini, ini hasil kerjamu, istilahnya supervisi. Tapi beda beda kan, ada yang punya tanggung jawab besar ada yang punya kemauan yang kuat. Ada yang hasilnya tinggi dan ada juga yang di bawah,” terang Hery.

Selain evaluasi satu tahun, Ditreskrimsus juga meminta laporan berkala setiap 4 bulan terkait progres penindakan kasus korupsi setiap Polres.

“Yang jelas kita ini kan bekerja dengan anggaran dinas. Termasuk kasus korupsi. Nah ini harus dipertanggungjawabkan,” kata dia.

Hery mengaku kinerja seluruh Polres di wilayah Sulselbar secara umum sudah maksimal dengan menempatkan Polda Sulsel di urutan keempat secara nasional dalam penindakan kasus korupsi. Namun ia berharap agar kualitas perorangan dapat ditingkatkan lagi.

“Oke saya bangga dengan kerja kalian, tapi saya belum puas. Puasnya itu berarti ke kualitas perorangan dan penyelamatan keuangan negara. Tahun ini siapa target atau sasaran saya,” pungkasnya.

(muh fadly/pojoksulsel)



loading...

Feeds