Antre di Kecamatan Makassar Gunakan Aplikasi “Tunggu” Smartphone

Camat Makassar Thahir Rasyid

Camat Makassar Thahir Rasyid

POJOKSULSEL.com, MAKASSAR – Inovasi layanan publik berbasis tekhnologi di kota Makassar terus bermunculan. Setelah Walikota Makassar, Moh. Ramdhan Pomanto mengaktifkan pengoperasioan War Room sebagai pusat kontrol smart city di kota Makassar, kali ini kecamatan Makassar yang memperkenalkan aplikasi “tunggu“ untuk memudahkan warga dalam melakukan antrian di loket layanan.

Aplikasi mobile berbasis android ini akan memberi laporan nomor antrean secara real time kepada warga yang mengaktifkan aplikasi layanan ini di smartphone nya.

“Mudah – mudahan aplikasi ini bisa memberikan keadilan kepada seluruh warga dalam mendapatkan layanan, jadi tidak ada lagi istilah orang dekat dan bukan orang dekat. Insya Allah dua minggu dari sekarang kita luncurkan,” ujar Camat Makassar, Tahir Rasyid saat melakukan pertemuan dengan Kadis Kominfo Makassar, Muhammad Ismounandar di ruang kerja Camat Makassar, Kamis (18/2/2016).

Pertemuan tersebut membahas tekhnis pelaksanaan integrasi sistem informasi SKPD ke pusat data di Makassar War Room. Aplikasi “tunggu“ salah satu item yang di bicarakan dalam pertemuan ini.

“Kita ingin menghilangkan praktek – praktek yang bersifat nepotisme dalam melayani warga. Dengan aplikasi ini, semua warga akan mendapat pelayanan yang sama. Tidak ada lagi antrean yang di majukan atau di mundurkan. Warga yang mendapat antrean 100 misalnya bisa melakukan aktifitas di tempat lain dan tetap bisa mengapdate layanan kami secara real time. Jadi bisa ketahuan kapan waktunya nomor antrian yang bersangkutan mendapat giliran,“ lanjutnya.

Sementara itu, di tempat yang sama, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Makassar, Muhammad ismounandar memberikan apresiasi terhadap inovasi layanan publik di terapkan di kecamatan Makassar.

“Saat ini kita memang sedang melakukan proses integrasi system War Room dengan seluruh layanan publik yang ada di kota Makassar. Jadi seluruh potensi kota Makassar bisa terpantau secara real time melalui system big data yang kita bangun. Inovasi dengan pendekatan tekhnologi yang di lakukan kecamatan Makassar memudahkan kami melakukan proses Integrasi sistem. Apalagi mereka sudah punya jaringan CCTV yang terintegrasi di setiap kelurahan di wilayahnya, ini tinggal kita koneksikan dengan jaringan CCTV kita di War Room,“ ujar Muhammad Ismounandar.

Selain menerapkan aplikasi “tunggu“, kecamatan Makassar yang beralamat di Jalan Gunung Nona ini juga membuat survei kepuasan layanan publik yang bisa di akses setiap warga yang berkunjung.

“Jadi pilihan tombolnya hanya tiga, yakni sangat puas, puas dan tidak puas. Berdasar servei itu kita bisa melihat grafik kepuasan warga yang di layani setiap hari, inilah dasar kita melakukan evaluasi, apalagi kita sudah ikrarkan untuk memberikan layanan tanpa pungli,“ lanjutnya.

Ruangan layanan publik di kantor kecamatan Makassar terletak di lantai dasar dengan fasilitas pendingin serta pengharum ruangan yang menghadirkan rasa nyaman. Warga yang datang langsung disambut dengan ramah oleh petugas yang berjaga di front office. Ditempat ini juga disiapkan minuman secara gratis, serta kantin kejujuran yang bisa di akses dengan mudah oleh pengunjung. Dalam waktu dekat, ruangan ini juga akan di lengkapi fasilitas videotron yang akan menampilkan informasi penting baik melalui running teks maupun penjelasan secara visual dalam bentuk film pendek.

(muh asrul/pojoksulsel)



loading...

Feeds