Proyek Jalan Beton Desa Balang Pesoang Bulukumba Sarat Penyimpangan

Proyek Jalan Beton Desa Balang Pesoang Bulukumba Sarat Penyimpangan. | POJOKSULSEL - ANDI AWAL

Proyek Jalan Beton Desa Balang Pesoang Bulukumba Sarat Penyimpangan. | POJOKSULSEL - ANDI AWAL

POJOKSULSEL.com, BULUKUMBA – Penggelontoran program Bantuan Dana Desa (BDD) yang diharapkan akan mampu memberi manfaat bagi masyarakat di desa, ternyata hingga saat ini masih banyak ditemukan pelaksanaannya jauh dari harapan.

Hal ini juga dapat dilihat pada pengerjaan proyek BDD di Desa Balang Pesoang Kecamatan Bulukumpa yang dialokasikan untuk pembuatan jalan rabat beton sepanjang 400 meter.

Hasil penelusuran PojokSulsel.com di Dusun Kampung Baru dan Dusun Wae Cenning, lokasi yang dijadikan titik pembangunan menunjukkan kalau dalam pengerjaan proyek tersebut dilakukan secara asal-asalan.

Proyek rabat beton yang hanya sepanjang 400 meter dengan lebar 2,5 meter tersebut terindikasi sarat penyimpangan. Hal ini bukan hanya isapan jempol belaka. Wakil ketua BPD Desa Balangpesoang Rahman Yusuf kepada PojokSulsel.com, Kamis (17/2) pagi menyampaikan dalam penggunaan material yang cenderung tidak sesuai dengan petunjuk teknis (juknis), namun juga merembet pada volume dari obyek yang dikerjakan.

Dalam Besaran Tekhnik (Bestek) tercatat campuran untuk bahan juga keluar dari juknis, dimana sebagian besar besi yang sekiranya dipakai untuk cor ini di ganti dengan bambu “pettung” serta batu Cipping (pecahan batu kali) yang diganti dengan batu batu kerikil.

“Volume pengerjaan dan penggunaan material tidak sesuai dengan yang tercantum di RAB dimana dalam RAB sebelum revisi tercatat 75 truk dengan harga per truk Rp 1,5 juta dengan total nilai Rp 112,5 juta dan setelah direvisi menjadi 50 truk dengan nilai Rp 75 juta. Jika dikalikan dengan 50 truk dikali 4 kubik per truk maka volume menjadi 200 kubik, dan ini belum masuk pasir dll,” ungkap Rahman.

Lanjut Rahman menambahkan “Sementara volume pengerjaan hanya 397 m x 3m x 0,15 m = volume 180 kubik, berarti tidak masuk akal ini pak dan dalam pengerjaannya material yang dipakai berupa sirtu pada lapaisan 10 cm dibagian bawah, baru nanti diatas dilapisi dengan material yg dicampur dengan batu pecah (cipping), itu tidak dibenarkan, mestinya pada saat dimulai pekerjaan Kades mengundang BPD untuk hal hal tekhnis namun tidak dilakukan rapat terlebih dahulu dengan BPD,” sindirnya.

Ironisnya, ternyata proyek yang bersumber dari BDD senilai total Rp 235 juta ini di pegang oleh Kepala Desa Balang Pesoang, H,Akhdiar. Dan inspektorat Bulukumba pun telah turun untuk meninjau temuan yang telah dilaporkan oleh BPD Balang Pesoang.

“Kami selaku BPD Desa Balang Pesoang sangat menyayangkan kepada Kades karena pada saat dilakukan pekerjaan tidak melibatkan BPD sebagai mitra, sementara jika ada temuan dari Bawasda baru kelimpungan melibatkan BPD nya untuk merevisi RAB..kan lucu, jika ada masalah baru minta di bantu, tidak etis namanya itu,” Rahman menggerutu.

Sementara itu, Sekretaris DPW LSM LIDIK Sulsel, Darwis yang juga turun melakukan penelusuran di Desa Balang Pesoang mengatakan pemerintah mesti menindak lanjuti adanya temuan temuan tersebut termasuk BPMPD sebagai link sektor setiap kegiatan di desa yang menggunakan anggaran baik ADD maupun BDD.

“Lidik meminta agar Bawasda turun kembali ke lokasi untuk segera melakukan pengecekan ulang sebelum di serah terimakan agar nantinya masyarakat dapat menikmati akses melalui jalan rabat beton ini dengan nyaman, jangan sampai belum berapa lama malah lebih parah dari sebelum di kerjakan,” tegas Darwis kepada PojokSulsel.com.

Darwis juga meminta agar instansi terkait seperti Bawasda untuk betul betul melakukan pengawasan terhadap setiap proyek yang ada di desa karena proyek proyek yang ada tersebut menggunakan uang negara yang berasal dari pajak yang telah dibayarkan oleh rakyat.

(andi awal/pojoksulsel)



loading...

Feeds