Naik Motor Trail, Asisten I Pemkot Makassar Sidak Kehadiran Pegawai. Geger!

Asisten I Pemkot Makassar Muh Sabri membuat geger puluhan pegawai Dinas Kominfo Kota Makassar, Rabu (17/22016) tadi pagi. Tidak seperti biasanya, Sabri menggunakan motor trail ke kantor. | POJOKSULSEL - MUH ASRUL

Asisten I Pemkot Makassar Muh Sabri membuat geger puluhan pegawai Dinas Kominfo Kota Makassar, Rabu (17/22016) tadi pagi. Tidak seperti biasanya, Sabri menggunakan motor trail ke kantor. | POJOKSULSEL - MUH ASRUL

POJOKSULSEL.com, MAKASSAR – Asisten I Pemkot Makassar Muh Sabri membuat geger puluhan pegawai Dinas Kominfo Kota Makassar, Rabu (17/22016) tadi pagi. Di tengah persiapan penyelenggaraan upacara Hari Kedisiplinan Nasional, Sabri yang mengendarai motor trail lengkap dengan helm full face tiba dan masuk ke area parkir halaman Dinas Kominfo Makassar.

Kehadiran Ketua Alumni IPDN Sulsel ini awalnya tidak begitu di hiraukan. Situasi berubah ketika lelaki yang bertubuh tegap itu melepas helm hitam dan menyapa pegawai yang berdiri di dekatnya.

“Saya tidak mau terlambat, naik motor tidak ada masalah, yang penting saya tiba tepat waktu,” ujar Sabri kepada sejumlah pegawai sebelum memimpin upacara Hari Kedisiplinan Nasional di halaman Kantor Dinas Kominfo Makassar.

Sabri yang dikenal memiliki disiplin tinggi ini melakukan pengecekan daftar hadir dan mengabsensi seluruh pegawai.

“Ini Hari Kedisiplinan Nasional, jangan hanya seremoni, kehadiran personel harus selalu di cek,” ujar Sabri sambil terus melakukan absensi.

Sabri mengaku gerah setiap mendengar berita tentang pegawai yang malas berkantor.

“Disiplin itu sederhana. Cukup menyesuaikan sikap dan tingkah laku sesuai aturan yang ada. Jangan karena Pak Wali (Walikota Makassar Danny Pomanto) tidak ada di Makassar, kita jadi malas berkantor. Bekerjalah, tidak perlu menunggu pimpinan melihat kita baru mau bekerja. Tuhan itu tidak buta,” lanjutnya.

Sabri juga bercerita tentang beratnya beban seorang pegawai negeri sipil.

“Memang yang menjadi PNS itu harus berjiwa juang tinggi, rela membagi waktunya melaksanakan tugas negara. Kita sama-sama tahu, gaji PNS masih jauh dari cukup. Jam enam pagi sudah  keluar dari rumah. Memang berat kalau niatnya hanya untuk memakai tempel – tempel sebagai PNS, karena esensi PNS itu pengabdian kepada negara, itulah kebanggaan kita ” lanjutnya.

(muh asrul/pojoksulsel)



loading...

Feeds