Musnahkan Narkoba, Kejari Parepare Dituntut Lebih Garang

Pemusnahan narkoba di Kejari Parepare. POJOKSULSEL/HAERUL AMRAN

Pemusnahan narkoba di Kejari Parepare. POJOKSULSEL/HAERUL AMRAN

POJOKSULSEL.com, PAREPARE – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Parepare, Sulawesi Selatan (Sulsel), memusnahkan sejumlah barang bukti hasil kejahatan‎ setelah kasusnya dinyatakan inkrach Januari 2016 lalu, Selasa (16/2/2016).

Pemusnahan dilakukan di halaman Kejari Parepare. Pemusnahan disaksikan langsung oleh sejumlah pejabat pemerintah, TNI/Polri, serta pengadilan.

Sedikitnya 139 gram sabu-sabu, 9 bong, 3 timbangan digital, serta 10 botol miras, 5 buah senjata tajam, lentingan ganja, ekstasi, dan barang bukti lainnya dimusnahkan.

Berdasarkan data yang diperoleh, pada tahun 2015 lalu, ada sekitar 254 perkara pidana yang ditangani Kajari Parepare. Perkara didominasi penyalahgunaan narkotika, jumlahnya mencapai 64 kasus‎.

Jumlah itu disebut-sebut tertinggi di wilayah Ajatappareng, kedua di bawah Kabupaten Sidrap.

Kejari Parepare Rizal Nurul Fitri yang berupaya dihubungi belum bersedia menyikapi hal itu.

Di tempat lain, Koordinator Indonesia Timur Coruptions Wacth (ITCW) Jasmir Laintang, justru menyampaikan apresiasinya kepada lembaga Adhyaksa tersebut.

Namun, dia berpendapat lain soal penanganan tindak pidana khusus yang selama ini ditangani oleh Kejaksaan.

Menurut Jasmir Laintang, Kejaksaan Parepare lemah soal penanganan tindak pidana korupsi.

“Tentu atas kinerjanya itu kami ikut mengapresiasi. Tetapi kami minta agar proses penanganan kasus dugaan korupsi juga lebih tajam,” katanya.

ITCW meminta Kejari Parepare lebih bertaring dalam menindaki para koruptor. Dia berharap Kejaksaan dan Kepolisian tetap bersinergi dalam upaya pemberantasan korupsi dan penyalahgunaan narkotika.

“Kami tetap optimis lembaga hukum kita masih dipercaya oleh rakyat,” ungkap Jasmir Laintang.

(haerul amran/pojoksulsel)



loading...

Feeds