Mahasiswa Tuntut Cabut Larangan Parkir “Kecuali Muspida” di Bantaeng

pojoksulsel

pojoksulsel

POJOKSULSEL.com, BANTAENG – Puluhan mahasiswa yang mengatasnamakan Aliansi Mahasiswa Peduli Rakyat Bantaeng (AMPRB), Selasa (16/2/2016) siang melakukan unjuk rasa di Halaman Gedung DPRD Bantaeng.

Mahasiswa ini menuntut Pemerintah Kabupaten Bantaeng melalui Dinas Perhubungan, Informasi dan Komunikasi Bantaeng agar segera mencabut tanda larangan parkir “Kecuali Muspida” yang terletak di area Pantai Seruni karena menurut mahasiswa sangat diskriminatif dan tidak sesuai dengan UU No.22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas, dimana mdi dalam UU tersebut tidak ada kata “Kecuali”.

Koordinator lapangan AMPRB, Thalib kepada pojoksulsel.com mengatakan kabupaten Bantaeng tak seindah cerita dongeng, dimana di luar sana, Pemerintah selalu mempromosikan Butta Toa sebagai kabupaten yang penuh dengan keindahan dan kebersamaan, pariwisata pantai yang eksotis dengan sentra kuliner, namun di dalam kenyataan yang ada masyarakat luar tidak mengetahui di balik keindahan tersebut ada warga Bantaeng yang menangis dan merintih akibat kebijakan yang tidak pro rakyat serta tidak peduli dengan Ekonomi Kerakyatan.

“Ini secara langsung mematikan perekonomian rakyat kecil (pedagang) akibat rambu-rambu itu, maka kami minta copot rambu rambu itu atau kami yang copot, “ kata Thalib.

Thalib juga juga mengungkapkan, dengan Kebijakan pemerintah saat ini adalah kebijakan yang harus prorakyat, bukan kebijakan arogansi Seperti halnya memasang rambu rambu dilarang parkir selain kendaraan Muspida (Pejabat khusus red).

“Maka dari itu kami “Aliansi mahasiswa peduli rakyat bantaeng” menuntut untuk mencopot rambu rambu yang ada termasuk rambu larangan parkir “Kecuali Muspida” serta kepala Dinas Perhubungan harus bertanggung jawab dan mundur dari jabatan bersama dengan Kadis Peridag yang tidak mengakui atas ekonomi kerakyatan ” tegas Thalib.

Menurut Mahasiswa, jalan porios Pantai Seruni termasuk jalan kabupaten. Tetapi larangan untuk memarkir kendaraan hanya berlaku bagi masyarakat biasa dan pengunjung. Dan dengan adanya larangan parkir “Kecuali Muspida” tersebut mengancam puluhan kafe dan warung yang selama ini menyandarkan tunpuan ekonominya, dengan adanya rambu rambu omzet mereka turun drastis.

Setelah Aliansi Mahasiswa Peduli Rakyat Bantaeng melakukaan unjuk rasa, selanjutnya mereka menuju gedung DPRD untuk menyampaikan aspirasinya.

(andi awal/pojoksulsel)



loading...

Feeds