Diperiksa Penyidik Kejati, Ini Kata Wakil Walikota Parepare

POJOKSULSEL.com, PAREPARE – Kisruh pembangunan Pasar Sentral Lakessi, Kota Parepare, Sulawesi Selatan (sulsel), kian ‎menyita perhatian publik.

Wakil Walikota Parepare Faisal Andi Sapada kabarnya dipanggil oleh pihak Kejaksaan Tinggi Sulsel-bar, untuk dimintai keterangan.

Dia dipanggil dalam kapasitas sebagai ketua tim pemindahan pedagang pasar tahun 2014 lalu. Kala itu, ‎kebijakan yang diambil Faisal Andi Sapada (FAS), untuk proses percepatan pemindahan pedagang ke pasar berlantai tiga tersebut dianggap keliru.

Seribu lebih pedagang pasar yang ingin memiliki lods dipungut biaya hingga Rp1 juta. Namun, kebijakan tersebut kata FAS, merupakan hasil kesepakatan antara ketua tim yang lama sebelum dirinya menjabat sebagai ketua tim yang baru.

“Jadi, kebijakan untuk memungut uang dari pedagang itu adalah hasil kesepakatan dari ketua Tim yang lama dengan para pedagang, Itupun disaksikan langsung oleh unsur muspida. Saya hanya melanjutkan, kalaupun saya dipanggil jaksa, saya siap menjelaskan,”tegas Faisal Sapada, ditemui di ruangannya, Selasa (16/2/2016).

Namun, sejauh ini kata dia, surat pemanggilannya belum juga diterimanya. “Sampai sekarang surat panggilannya belum ada,”katanya.

Persoalan bahwa dirinya dianggap bertanggungjawab atas pungutan yang berjumlah hampir, Rp1,7 miliar dari seribu lebih pedagang pasar tersebut, FAS mengemukakan, tidak ada persoalan.

“Karena memang itu adalah hasil kesepakatan dan dana itu hanya sebagai uang jaminan dari pedagang yang ingin memiliki losd pasar. Dan akan dikembalikan setelah terbit SK walikota soal penempatan pedagang pasar di losd masing-masing,”kata dia.

Dana itu kata dia, sebagai titipan para pedagang yang disimpan berbentuk giro di Bank Bukopin, bukan uang daerah.

FAS pun menjelaskan, harga losd pada saat itu belum ada ketetapan, hingga akhirnya pengundian berjalan dan dia diganti sebagai ketua tim oleh Walikota Sjam Alam kala itu.

“Begtu saya menerima SK-nya, selaku ketua lama otomatis menyerahkan seluruh yang menjadi pegangan saya ke ketua baru, termasuk dana Rp1,7 miliar itu. Kalau toh kemarin ada dana terpakai itupun untuk proses percepatan pemindahan pedagang. Ada berita acaranya juga,”ungkap FAS.

Pasar Sentral Lakessi Kota Parepare sendiri dianggarkan dan dibangun pada rezim Walikota Zain Katoe‎, kemudian pembangunannya dilanjutkan oleh Walikota pengganti Sjamsu Alam.

Dana pembangunan pasar tersebut menelan anggaran senilai Rp7 miliar lebih‎, melalui APBD.

(haerul amran/pojoksulsel)



loading...

Feeds