Heboh Raja Palsu Muncul di Wajo, Rumpun Arung Matoa Anggap Pelecehan

Forum Rumpun Arung Matowa melakukan pertemuan di Warkop Rumah Tua, Jalan Andi Pettarani, Kecamatan Tempe, Sengkang, Kabupaten Wajo, Jumat (12/02/2019). | POJOKSULSEL - ANDI PAJUNG

Forum Rumpun Arung Matowa melakukan pertemuan di Warkop Rumah Tua, Jalan Andi Pettarani, Kecamatan Tempe, Sengkang, Kabupaten Wajo, Jumat (12/02/2019). | POJOKSULSEL - ANDI PAJUNG

POJOKSULSEL.com, WAJO – Munculnya orang yang megaku sebagai penerus Arung Matowa Wajo yang diduga sebagai raja palsu di Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan (Sulsel) sempat menghebohkan. Pengakuan yang heboh di media sosial itupun mendapat tanggapan dari Rumpun Arung Matoa di Wajo sebagai pelecehan.

Merasa terusik, Rumpun keluarga Arung Matowa beserta sejumlah budayawan dan pemerhati budaya yang bergabung dalam Forum Rumpun Arung Matowa melakukan pertemuan di Warkop Rumah Tua, Jalan Andi Pettarani, Kecamatan Tempe, Sengkang, Kabupaten Wajo, Jumat (12/02/2019).

Dalam pertemuan yang dimotori oleh Andi Bau Mallarangen ini pengakuan munculnya raja atau sebagai penerus Arung Matowa di Kabupaten Wajo dianggap sebagai upaya pelecehan terhadap leluhur dan adat yang sudah ditetapkan (Ade Mappura Onro ) di Kabupaten Wajo.

Andi Bau Mallarangeng juga menilai, pengakuan sebagai penerus Arung Matowa Wajo dari orang yang tidak diketahui asal usulnya ini juga bisa dianggap sebagai pembelokan budaya yang akan sangat berdampak kepada adat dan budaya di Kabupaten Wajo jika terus dibiarkan.

BACA JUGA:

OTT KPK Diduga Bekuk Hakim Agung, Ini Kata Mahkamah Agung

Kylie Jenner Pamer Kemolekan Tubuh dengan Baju Transparan. Ini Fotonya

“Jelas ini tidak bisa dibiarkan sebab akan merusak tatanan budaya yang sudah ada,” kata Andi Bau Mallarangeng

Selain itu, Andi Bau Mallarangeng juga meminta perhatian dari pemerintah untuk segera menertibkan Raja palsu tersebut, sebeb menurutnya jika hal itu tidak dilakukan bisa memunculkan konflik di masyarakat.

“Dalam waktu dekat, kami juga akan melakukan aksi jika hal ini tetap dibiarkan,” kata Bau Mallarangeng.

Sementara itu, Andi Munir mengatakan kemunculan raja palsu di Wajo ini bukan hanya menjadi persolan anak keturunan Arung Matowa atau pemerhati dan budayawan saja, namun hal ini juga harusnya menjadi persolan bagi pemerintah dan masyarakat pada umumnya.



loading...

Feeds