2015, 186 Kasus KDRT di Bulukumba. Ini Penyebab Utamanya

Salah satu IRT Korban KDRT di Bulukumba, Nurlina Binti Saing yang dianiaya suaminya Syamsir, Sabtu (30/1/2016). | POJOKSULSEL - ANDI AWAL

Salah satu IRT Korban KDRT di Bulukumba, Nurlina Binti Saing yang dianiaya suaminya Syamsir, Sabtu (30/1/2016). | POJOKSULSEL - ANDI AWAL

POJOKSULSEL.com, BULUKUMBA – Kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT)selama kurun waktu 11 bulan di tahun 2015 mencapai 186 kasus. Bahkan, wal tahun 2016 ini, Januari-Feruari, sudah 2 kasus KDRT yang menimpa ibu rumah tangga di Bulukumba.

Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPPKB ) Bulukumba mencatat, hingga akhir Desember 2015 KDRT terlapor sebanyak 186 kasus. Faktor Ekonomi di tuding menjadi penyebab utamanya. Dari sepuluh Kecamatan yang ada di Bulukumba, Kecamatan Ujung Bulu mendominasi  kasus KDRT sepanjang 2015 yakni sebanyak 72 Kasus.

Kepala Bidang Perlindungan Perempuan dan Anak BPPKB Bulukumba Hj St Ramlah mengatakan pada umumnya kasus kasus KDRT ini merupakan kekerasan terhadap istri dan anak baik fisik maupun psikis. Pemicu terjadinya KDRT bervariasi, namun dari laporan yang ada sebagian besar disebabkan faktor ekonomi dan menikah di usia muda.

“Penyebab KDRT ini sebenarnya banyak, namun yang mendominasi adalah faktor ekonomi akibat menikah dalam usia dini, kalau dari faktor eksternal misalnya dari orang tua atau ipar sangat jarang di temui ” jelas St. Ramlah saat di temui pojoksulsel.com di ruang kerjanya, Kamis ( 11/2/2016).

Masih menurut Ramlah, kasus KDRT yang terlapor ibarat gunung es, yakni jumlah kejadian dengan yang melapor jauh lebih banyak yang tidak nampak. Dimana sebagian besar korban enggan melaporkan kasus yang menimpanya karena faktor tertentu seperti malu ataupun faktor sosial lainnya.

BACA JUGA:

Batara, Penikam TNI di Makassar Diduga Meninggal karena Kehabisan Darah

Oops! 200 Siswa Belajar di Lantai, Ini Kata Pihak SMA 4 Watampone Bone

“Biasanya korban tidak mempunyai pekerjaan, sehingga hidupnya tergantung pada suami, selain itu kadang mereka tidak mengetahui akan melapor di mana,” imbuhnya.



loading...

Feeds