Bone Status KLB DBD, Bu Kadis Kesehatan Bone Kok Tak Angkat Telpon Sih?

Korban meninggal akibat DBD di RSUD Tenriawaru, Bone, Sulsel, Muh Fikri, Senin (25/1/2016). | POJOKSULSEL - JUMARDI RAMLING

Korban meninggal akibat DBD di RSUD Tenriawaru, Bone, Sulsel, Muh Fikri, Senin (25/1/2016). | POJOKSULSEL - JUMARDI RAMLING

POJOKSULSEL.com, BONE – Dinas Kesehatan (Dinkes), Sulawesi Selatan (Sulsel) telah menetapkan 9 daerah di Sulsel masuk dalam kategori Kejadian Luar Biasa (KLB) demam berdarah (DBD). Salah satunya adalah Kabupaten Bone.

Selain Bone yang sudah ditetapkan sebagai daerah KLB DBD, daerah lainnya, masing-masing Pangkep, Luwu Utara, Bulukumba, Gowa, Enrekang,  Wajo, dan Tana Toraja.

Sebagaimana diberitakan, pasien yang terjangkit DBD di Bone sudah mencapai puluhan pasien yang didominasi anak anak dengan 3 orang korban jiwa.

Hanya saja, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bone, Hj Andi Kasmawati Padjalangi, saat dihubungi pojoksulsel.com, enggan menjawab panggilan telepon. Pojoksulsel.com berencana mengkonfirmasi satus Bone sebagai KLB DBD dan upaya pemerintah dalam pencegahannya.

BACA JUGA: 

50 Kasus DBD di Bone, 3 Meninggal Dunia

Tangani KLB DBD, Ini Upaya Kemenkes

Sementara, Kepala Bidang Pencegahan dan Lingkungan Dinkes Bone, Yusuf, Saat dikonfirmasi, Minggu (7/2/2016), mengatakan bahwa, bersama 9 kabupaten lain di Sulsel, Bone sudah status KLB DBD.

Oleh karena itu, Yusuf mengimbau kepada puskesmas untuk terus menyosialisasikan pencegahan DBD kepada masyarakat. Begitu juga masyarakat untuk selalu menjaga lingkungan tetap bersih, agar nyamuk tidak mudah bersarang.

(jumardi ramling/pojoksulsel)



loading...

Feeds