80 Profesor Unhas Siap Bantu Kembangkan Parepare

Walikota Parepare Taufan Pawe berbicara di depan puluhan guru besar Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar di Restoran Dynasti Parepare, Sabtu (6/2/2016). | POJOKSULSEL - HAERUL AMRAN

Walikota Parepare Taufan Pawe berbicara di depan puluhan guru besar Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar di Restoran Dynasti Parepare, Sabtu (6/2/2016). | POJOKSULSEL - HAERUL AMRAN

POJOKSULSEL.com, PAREPARE – Sekitar 80 orang professor dari Universitas Hasanuddin (Unhas) menyatakan siap membantu Walikota Parepare Taufan Pawe mengembangkan Parepare menjadi kota metropolitan baru di Kawasan Timur Indonesia.

Dukungan ini disampaikan puluhan professor dari berbagai disiplin ilmu yang menghadiri Rapat Kerja (Raker) Senat Akademik Unhas di Restoran Dinasty Parepare, 6 Februari.

Acara ini turut dihadiri Rektor Unhas Prof Dwia Aries Tina Pulubuhu serta mantan Rektor Unhas Prof Dr dr Idrus A Paturusi.

Ketua Senat Akademik Unhas Prof Dr M Tahir Kasnawi mengatakan, keberadaan para guru besar Unhas di Kota Parepare dapat memberikan banyak variasi dan alternative pemikiran bagi meningkatkan kemajuan Parepare ke depan.

“Sejumlah pandangan termasuk solusi dan langkah konkrit akan kami tawarkan kepada Pemerintah Kota Parepare,”katanya.

Mereka pun menyatakan, peluang Parepare menjadi kota kosmopolitan setelah Kota Makassar sangat besar dibanding daerah lain di Sulsel.

“Jadi tidak saja karena kota ini dilewati hampir seluruh kendaraan baik dari kasawan utara pulau Sulawesi yang hendak ke Kota Makassar ataupun sebaliknya, namun juga berbagai kebijakan Walikota Parepare Taufan Pawe yang kami nilai sangat monumental dan visioner,”jelasnya.

Salah satunya kata dia, adalah pendirian Institut Teknologi BJ Habibie (ITH) Parepare dan pembangunan Rumah Sakit Umum Tipe B Plus Pendidikan.

“Begitu juga kebijakan Taufan di bidang lain dan pengembangan fisik Kota Parepare dengan konsep estetika tinggi,”katanya.

Sementara itu, Prof Badaruddin Salam memberikan apresiasi terhadap pemerintahan Taufan Pawe, khususnya keputusan Taufan menyandarkan pengelolaan pemerintahannya pada pendekatan akademik.

Karena ini pula ia menyarankan agar persoalan air bersih di Kota Parepare didekati melalui pendekatan akademik tersebut.

Salah satu yang disarankan Prof Badaruddin adalah pemanfaatan air PDAM yang ditampung di reservoir yang saat ini tengah dibangun pemerintah kota di sejumlah titik, untuk menggerakan turbin yang dapat menghasilkan tenaga listrik.

“Cara ini tidak sulit karena Parepare memiliki topografi berbukit yang memungkinkan mengalirkan air PDAM dengan sistem geografis, khususnya untuk daerah-daerah bawah,”kata dia.

Ditempat yang sama, Prof Dr Ambo Alla, anggota Wali Amanat Unhas mendukung penggunaan nama BJ Habibie pada Institute Teknologi BJ Habibie yang didirikan Taufan Pawe. Ia mengakui mendirikan perguruan tinggi bukan pekerjaan ringan.

“Jika ITH berhasil, perguruan tinggi ini akan menjadi salah satu sejarah pendidikan bagi Indonesia. Dan Pak Taufan ada di dalamnya,”katanya.

Pembukaan rapat kerja ini juga dihadiri anggota Forum Koordinasi Pimpinan Daerah.

(haerul amran/pojoksulsel)



loading...

Feeds