Stok‎ Berlimpah, Harga Daging Ayam Turun Signifikan

Suriyani, salah seorang peternak ayam ras di Kabupaten Sidrap, saat membersihkan kandang ayam miliknya, belum lama ini. Saat ini para peternak ayam di Sidrap, terancam gulung tikar akibat langkanya jagung di pasaran. | POJOKSULSEL - ALI SIDRAP

Suriyani, salah seorang peternak ayam ras di Kabupaten Sidrap, saat membersihkan kandang ayam miliknya, belum lama ini. Saat ini para peternak ayam di Sidrap, terancam gulung tikar akibat langkanya jagung di pasaran. | POJOKSULSEL - ALI SIDRAP

POJOKSULSEL.com, PAREPARE – Harga daging ayam potong di sejumlah pasar tradisional, di Kota Parepare, ‎Sulawesi Selatan (Sulsel) turun signifikan. Menurut pedagang, perubahan itu terjadi, lantaran stok ayam potong cukup banyak sementara pembeli kurang.

“Sudah hampir satu bulan ini harga daging ayam potong turun. ‎Pembeli kurang tapi persediaan banyak, kami terpaksa banting harga,”tutur Jafar, salah satu pedagang daging ayam potong di Pasar Tradisional Lakessi, Kamis (4/2/2016).

Dia mengatakan, harga sebelumnya Rp18 ribu per kilogram, turun menjadi Rp13 ribu. Kemungkinan kata dia, harga itu masih bisa turun.

“Kemungkinan masih turun, karena biasanya di bulan dua adalah musim paceklik, baru kembali seperti semula nanti pada pada akhir bulan,”katanya.

Hesti, salah seorang pembeli ini mengatakan, penurunan harga daging ayam potong justru menguntungkan penjual makanan jadi. Namun kata dia, konsumsi masyarakat ‎akan daging ayam tidak terlalu besar.

“Ya memang harganya turun tetapi kita liat juga konsumsi warga kurang untuk daging ayam,”jelas Hesti, yang mengaku penjual makanan jadi ini.

(haerul amran/pojoksulsel)



loading...

Feeds