Jagung Langka di Pasaran, Peternak Ayam Sidrap Menjerit

Suriyani, salah seorang peternak ayam ras di Kabupaten Sidrap, saat membersihkan kandang ayam miliknya, belum lama ini. Saat ini para peternak ayam di Sidrap, terancam gulung tikar akibat langkanya jagung di pasaran. | POJOKSULSEL - ALI SIDRAP

Suriyani, salah seorang peternak ayam ras di Kabupaten Sidrap, saat membersihkan kandang ayam miliknya, belum lama ini. Saat ini para peternak ayam di Sidrap, terancam gulung tikar akibat langkanya jagung di pasaran. | POJOKSULSEL - ALI SIDRAP

POJOKSULSEL.com, SIDRAP – Sejumlah peternak ayam ras, di Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan (Sulsel) resah dengan langkanya stok jagung olahan di pasaran.

Hal tersebut diungkapkan oleh Nasir (42), salah seorang peternak ayam ras di Kecamatan Panca Rijang, Kabupaten Sidrap, Kamis (4/2/2016).

Menurutnya, langkanya jagung yang merupakan campuran pokok makanan bagi ayam ras (ayam petelur), menjadi ancaman tersendiri bagi para peternak.

Bahkan ia mengatakan, beberapa peternak dalam sekala menengah ke bawah khususnya di Kabupaten Sidrap, terancam gulung tikar.

“Ini terjadi baru beberapa pekan. Kami para peternak sangat khawatir, jika ini terus menerus terjadi, maka dipastikan banyak peternak yang akan gulung tikar,” ujarnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Abu Bakar, salah seorang peternak lainnya di Kecamatan Baranti, Sidrap.

Ia bahkan mengaku sampai mencari ketersediaan jagung hingga ke Kendari, Sulawesi Utara.

“Selain langka, harga jagung semakin menggila. Dulu banyak pedagang yang menawarkan jagung yang sudah diolah, kini para peternaklah yang mencari jagung hingga ke luar provinsi,” katanya.

Tak hanya itu, ia pun berharap agar pemerintah tidak tinggal diam melihat kondisi tersebut dan mencari solusi agar masalah kelangkaan jagung segera dapat diatasi.

Ia juga mengatakan, terpaksa membeli pakan instan, atau pakan buatan pabrik yang sudah dicampur dengan harga yang sangat mahal.

“Mau tidak mau terpaksa kami membeli makanan ayam yang instan, dan tentu sangat merugikan karena harga persaknya mencapai Rp300 ribu,” jelasnya.

Terpisah ketua DPRD Sidrap H Zulkifli Zain, yang dikonfirmasi membenarkan hal tersebut. Namun ia mengaku telah berkoordinasi dengan pemerintah provinsi untuk menyelesaikan masalah tersebut.

Sekedar diketahui, Sidrap merupakan salah satu kabupaten di Sulawesi Selatan yang menyangga kebutuhan telur di Kawasan Indonesia Timur.

(ali sidrap/pojoksulsel)



loading...

Feeds