Remas Payudara Siswi, Guru SMPN 2 Sidrap Dibekuk Polisi

Ilustrasi

Ilustrasi

POJOKSULSEL.com, SIDRAP – Dunia Pendidikan kembali tercoreng. Ulah bejat seorang oknum guru, di Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan (Sulsel), diduga tega mencabuli anak siswinya sendiri.

RJ (50) oknum Guru SMP Negeri 2 Tellu Limpoe itu terpaksa diamankan oleh aparat kepolisian setelah diduga melakukan pelecehan seksual terhadap muridnya berinisial U, Rabu (3/2/2016).

Terduga dijemput paksa dirumahnya, Desa Teteaji, Kecamatan Tellu Limpoe, Sidrap. Polisi menerima laporan dari orangtua korban Muhammad Edi.

Dalam laporan itu disebutkan, insiden memalukan tersebut terjadi di SMPN 2 Tellu Limpoe, sekira pukul 15.00 Wita, Senin (1/2/2016).

Ketika itu, korban masuk ke ruangan guru untuk mengembalikan buku kisi-kisi. Namun, diperlakukan tak senonoh oleh guru RJ dengan meraba-raba pipinya lalu merebas payudara korban.

Orang tua korban merasa malu atas peristiwa yang dialami anaknya yang masih duduk di kelas IX tersebut.

“Tentu ini perbuatan yang sangat memalukan. Persoalan ini harus masuk kerana hukum, saya sudah lapor polisi,” kesal Edi.

‎Edi berharap, polisi bisa mengungkap dan segera memproses hukum terlapor.

“Diharapkan kepada penegak hukum agar kasus tersebut dapat diproses dan tersangka dapat dijerat dengan hukuman yang setimpal,” ungkapnya.

Kapolsek Tellu Limpoe Sidrap  AKP Andil mengatakan, pihaknya serius menyikapi kasus dugaan pencabulan yang diduga melibatkan oknum guru itu.

Perkembangan terakhir, kata AKP Andil, kasus itu masih dalam tahap proses penyelidikan.

“Untuk kelancaran proses penyelidikan, terlapor telah kami amankan. Kasus itu segera digelar perkara,” aku AKP Andil.

Terpisah, Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Dikdas) Dinas Pendidikan (Disdik) Sidrap, Syahrul Syam, mengaku telah mengetahui insiden itu.

Dia menegaskan jika kasus itu tak ada kaitannya dengan kedinasan.

“Ada baiknya kita tunggu saja hasil penyelidikan polisi berlangsung, lagi pula jika itu terbukti, tentu tak ada kaitannya dengan dinas, itu dilakukan oleh orang-perorang dan dia harus bertanggung jawab,” jelas Syahrul.

(haerul amran/pojoksulsel)



loading...

Feeds