Kasihan… Tak Ada Biaya Pengobatan, Kepala Bayi 3 Bulan di Bone Ini Terus Membesar

Nurlina mengelus kepala anaknya Sifa (3 bulan) yang menderita hidrosefalus atau pembesaran kepala saat ditemui di Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Cellu, Kecamatan Tenete Riattang Timur, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel), Rabu (3/2/2016). | POJOKSULSEL - JUMARDI RAMLING

Nurlina mengelus kepala anaknya Sifa (3 bulan) yang menderita hidrosefalus atau pembesaran kepala saat ditemui di Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Cellu, Kecamatan Tenete Riattang Timur, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel), Rabu (3/2/2016). | POJOKSULSEL - JUMARDI RAMLING

POJOKSULSEL.com, BONE – Sifa Binti Sarif tergolek tak berdaya. Bayi berusia 3 bulan ini menderita penyakit hidrosefalus. Kepalanya terus membesar. Di tempat tidur berlapis kasur tipis itulah, Sifa seolah hanya menerima nasib. Lahir dari keluarga tidak mampu, membuat si bayi mungil itu tak dibawa ke rumah sakit karena tak ada biaya.

Bayi yang lahir 1 November 2015 ini merupakan anak bungsu dari 3 bersaudara putri pasangan Sarif dan Nurlina. Ditemui di rumah keluarganya di Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Cellu, Kecamatan Tenete Riattang Timur, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel), kondisi Sifa sangat memprihatinkan.

Diceritakan Nurlina, Sifa lahir di Rumah Sakit Andi Makkasau, Kota Parepare. Sifa Lahir dengan barat badan 3 kilogram. Kondisi penyakit hidrosefalus yang diderita Sifa sudah sejak lahir.

Saat itu, atas saran dari dokter di Parepare, Sifa dianjurkan berobat ke Makassar guna mendapatkan perawatan yang lebih baik. Hanya sayang, keluarga miskin ini tak punya uang untuk berobat.  Nurlina mengatakan, untuk berobat, pasti dibutuhkan biaya besar.

“Saya tidak pernah lagi bawa periksa karena saya tidak punya biaya Sedangkan untuk makan saja susah,” ujar Nurlina yang ditemui di rumah keluarganya, Rabu (3/2/2016).

BACA JUGA:

Hengky Widjaja, Tahanan KPK Kasus PDAM Makassar Meninggal Dunia

Mahasiswa Unhas Dibegal di Racing Center. Pasrah Ditodong Parang

Nurlina bersama tiga anaknya yang masih kecil hanya numpang tinggal di rumah keluarganya di Bone. “Iye saya hanya numpang di sini di rumah keluarga. Saya tidak punya rumah makan kami hanya dibantu keluarga di sini,” tutur Nurlina.

Nurlina sangat merasakan penderitaan anaknya, tapi dia pu tak bisa berbuat banyak. Semua butuh biaya, dan itu yang tak dimilikinya. Dia hanya bisa pasrah memandangi anaknya yang tergolek lemah dengan kepala yang terus membesar. Sesekali dia menyeka air matanya yang menetes.

Tentunya, Nurlina berharap bantuan dari pemerintah dan orang yang berempati untuk membantu pengobatan kesembuhan anaknya Sifa. Nurlinda kini hanya bisa berdoa dan pasrah.

(jumardi ramling/pojoksulsel)



loading...

Feeds